Valuasi Saham Dengan PER (Studi Kasus BJBR)

Target dari valuasi saham adalah mendapatkan nilai intrinsik dari perusahaan tersebut. Cara valuasi saham setiap orang bisa berbeda, salah satunya dengan PER. Untuk memudahkan kita langsung pakai contoh emiten saja ya, BJBR (Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten). Biar ga bosen pakai bank buku IV terus.

Ini jelas bukan rekomendasi saham, jadi kamu perlu analisa dan research sendiri sebelum memutuskan.

Bagi yang masih butuh penjelasan mengenai PER, bisa cek di post EPS dan PER: Studi Kasus BBRI.

Valuasi saham dengan PER

Valuasi dengan PER ini merupakan yang paling sering dipakai investor, jadi kita coba kali ini.

PER itu selalu bergantung dengan harga saham (yang selalu berubah) dan EPS yang berubah setiap kuartal.

PER bisa naik, jika:

  • Harga saham naik, atau
  • EPS turun

Sementara PER bisa turun, jika:

  • Harga saham turun, atau
  • EPS naik

Nah, karena selalu bergerak, kita bisa mencari rata-rata PER untuk sebuah emiten menjadi 1 patokan. Patokan itu yang akan menjadi pembanding apakah PER saat ini disebut lebih mahal atau lebih murah (relative valuation).

Karena perhitungan valuasi saham sifatnya tidak mutlak (ada kemungkinan salah perhitungan), maka biasanya investor memiliki Margin Of Safety (MOS) untuk mengurangi risiko kesalahan. Semakin besar MOS, menjadi semakin aman. Masing-masing investor punya batasan MOS yang berbeda.

Yuk langsung ke perhitungan saja. Kita ambil studi kasus BJBR.

Valuasi Saham BJBR dengan PER

Valuasi saham BJBR ini hanya contoh. Saya tidak bahas mengenai fundamental BJBR, terlebih karena ini bukan rekomendasi.

Cara A

  1. Cari PER 10 tahun terakhir.
  2. Rata-rata PER dalam 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun terakhir.
  3. Kalikan rata-rata PER dengan EPS terakhir.
  4. Ada 3 harga (nilai intrinsik) kemudian rata-ratakan.
  5. Bandingkan dengan harga saham saat ini.
  6. Ketemu Margin of Safety (MOS).
Valuasi saham dengan PER BJBR
Data diambil dari Stockbit

Cara B

Cara B bisa dipakai kalau kamu punya Stockbit.

  1. Buka Stockbit
  2. Cari emiten, pilih bagian Fundachart
  3. Metric : Current PE Ratio (TTM), Mean PE, -2,-1,+1,+2 PE Standard Deviation
  4. Maka akan muncul grafik seperti di bawah.
Valuasi saham dengan PER BJBR
Data diambil dari Stockbit

Di grafik terlihat kalau Mean PE dari BJBR 5 tahun adalah 12.13.

Dan untuk harga saat ini, ada di PE 6.00.

Untuk EPS TTM = 159.18 (lihat di tabel sebelumnya), maka harga wajar dari Mean PE = 159.18*12.13 = Rp 1,930.

Jika dibandingkan dengan harga saat ini Rp 955. Maka MOS = 102%.

Mudah?

Semoga berguna ya.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Leave a Reply