Tips Memilih Produk Reksa Dana di Bibit

tips memilih reksa dana di bibit

Bagi pemula yang baru registrasi Bibit, mungkin masih bingung bagaimana cara memilih produk reksa dana.

Makanya mari kita bahas tips memilih produk reksa dana. Kali ini khusus dari aplikasi Bibit ya. Tapi secara garis besar caranya sama kok dipakai di aplikasi manapun.

Sekali lagi, pilihan kita ga ada yang benar atau salah. Sejalannya waktu diri sendiri yang akan belajar menilai pilihan kita adalah benar atau salah.

Apa itu Bibit?

Bibit itu seperti supermarket nya produk reksa dana. Di sana ada kumpulan produk yang diterbitkan oleh banyak Manajer Investasi (MI).

Lengkapnya, kamu bisa baca dulu review mengenai Bibit.

Kalau mau install aplikasinya, bisa klik di sini untuk Android atau untuk Apple.

Kamu bisa masukkan kode referral saya : margaret. Nanti kamu akan mendapatkan kupon senilai Rp 25 ribu yang dapat di-redeem dengan reksa dana Majoris Sukuk Negara Indonesia. Terima kasih.

Okay, setelah registrasi dan account sudah diverifikasi, maka silakan memilih produk reksa dana untuk masing-masing jenis. Tapi yang mana? Bagaimana cara memilihnya?

Berikut ini saya coba bagikan tips yang saya gunakan dalam memilih ya.

Tips memilih reksa dana di Bibit

1. Leave it to Robo Advisor

tips rekomendasi bibit

Setelah mengikuti kuisioner profil risiko, kamu pasti ketemu yang namanya rekomendasi robo advisor seperti foto di atas. Kalau kamu ga mau pusing, ya sudah ikuti saja rekomendasinya.

Bibit juga tidak mungkin rekomendasi produk yang jelek kok.

Tapi kalau kamu ga yakin, ga sreg atau ingin belajar memilih sendiri, maka kita lanjut ke tips selanjutnya.

2. Memilih reksa dana pasar uang (RDPU)

tips memilih RD di bibit

Kalau memilih untuk RDPU, cari saja yang memberi return paling tinggi karena RDPU itu minim risiko.

Mau lebih detail, cari yang total AUM nya besar. Semakin besar maka artinya semakin dipercaya oleh nasabah.

3. Memilih reksa dana obligasi (RDO)

Masih dengan cara yang sama seperti #2 tapi dengan beberapa tambahan, yakni:

Cari return paling tinggi dan konsisten selama 1,3,5 tahun. Karena RDO adalah perjalanan yang lebih panjang dari pada RDPU, maka kita harus cek konsistensinya juga.

Dalam hal ini, kita tidak akan menemukan produk yang sempurna. Tapi carilah yang mendekati ekspektasi kita.

Lalu cek ke fund fact sheet produk tersebut. Cari yang kinerjanya lebih tinggi dari pada benchmark indeks secara konsisten (>1 tahun).

kinerja reksa dana

Terkadang saya lihat expense ratio juga. Bukan hal yang utama memang, karena nilai return itu sudah nett setelah dipotong expense ratio. Hanya untuk mengecek seberapa efisien MI tersebut dalam mengelola dana.

4. Memilih reksa dana saham (RDS)

Point ini agak tricky sih, tergantung point of view sih.

Jenis RDS

Ada 2 jenis RDS, yang aktif dikelola MI dan yang pasif. Tentukan dulu mau yang mana.

  1. RDS aktif = karena dikelola MI secara aktif, jadi butuh usaha lebih. Jadi tidak aneh kalau expense ratio lebih tinggi. Tapi dengan demikian biasanya MI dituntut untuk memberikan return lebih tinggi juga.
  2. RDS pasif = lebih dikenal dengan RD Indeks. Secara pasif dikelola untuk mengikuti indeks. Expense ratio lebih rendah karena returnnya hanya mengikuti indeks namun mengurangi risiko kesalahan yang dilakukan MI.

Detailnya bisa kamu baca di perbedaan reksa dana, reksa dana indeks dan ETF.

Kalau sudah menentukan jenis RDS, kamu jadi sudah memikirkan ekspektasi return yang akan kamu dapat.

Kombinasi return dan expense ratio

Dimana-mana memang point utama investasi ya cari return, maka carilah return maksimal yang sudah konsisten dalam 1,3,5 tahun. Tapi dengan expense ratio minimum. Dibandingkan dengan RDS lain dari jenis yang sama.

AUM (dana kelolaan)

Besar berarti kepercayaan investor, kecil berarti keleluasaan mengelola dana. Pilihlah kombinasi keduanya.

Untuk RDS, akan lebih mudah dimengerti kalau kita buka fund fact sheet produk tersebut.

Sekian sharing saya mengenai tips memilih reksa dana. Bisa dipakai di aplikasi lain juga kok. Tips nya tidak bersifat mutlak ya. Saya hanya share cara saya. Orang lain boleh punya cara yang berbeda.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Leave a Reply