Tag Archives: p2p lending

Investasi Saham Vs P2P Lending

Kalau bingung dalam memilih investasi saham atau P2P lending, post ini mau bahas pertimbangan sebelum memilihnya.

Bagi yang belum mengerti dengan saham maupun P2P lending, bisa cek dulu link di bawah:

Nah karena memiliki karakter yang berbeda, maka pilihlah instrumen yang cocok dengan diri kita sendiri.

1. Investasi Saham

Investasi saham itu tipenya investasi berdasarkan kepemilikan (OWNership investment). Jadi dengan memiliki saham sama artinya dengan kita memiliki bisnis/perusahaan di balik lembaran saham tersebut.

Kelebihan saham

A. Potensi return yang besar

Kalau kita bisa memilih saham yang benar, maka tidak menutup kemungkinan berpotensi memberikan return yang sangat besar sampai dengan tidak terbatas. Artinya, return kita bisa mencapai ratusan persen bukanlah hal yang mustahil.

B. Akses yang mudah

Cara buka rekening saham? Mudah, online pun sekarang bisa.

Cek pergerakan harga saham? Banyak aplikasi yang bisa mengakomodir.

Ingin tahu laporan dan informasi terbaru dari perusahaan yang dimiliki? Mudah.

Jaman sekarang, investasi saham menjadi mudah untuk dilakukan. Berbeda dengan jaman 80-an, 90-an dimana informasi dan akses masih minim.

C. Pajak rendah

Yang dibahas saat ini khusus investasi saham di Indonesia saja ya. Berapa pajak untuk penghasilan dari saham?

Selama kita memiliki saham tersebut (tidak jual-jual), maka kenaikan return kita bukan objek pajak. Selama belum dijual, tidak dikenakan pajak walaupun naik banyak.

Maka saat jual saham, pajak yang dikenakan adalah 0.10% dari transaksi jual (final).

Kalau di saat memiliki saham, kita mendapat dividen. Maka pajaknya adalah 10% dari dividen tersebut (final).

Pembayaran pajak dari saham pun tidak sulit. Sudah otomatis dipotong dari sistem sebelum kita menerima penghasilannya. Sisanya, hanya perlu dilaporkan 1x/tahun saat SPT Tahunan.

D. Likuid

Instrumen saham termasuk yang likuid untuk dicairkan. Kita bisa jual saham kita kapanpun selama bursa saham buka (Senin-Jumat). Bahkan diperbolehkan kalau mau beli dan jual saham di 1 hari yang sama. Itu terserah keputusan kita.

Tapi uang hasil penjualan baru bisa ditarik H+2 dari transaksi ya, menunggu segala administrasi selesai.

Kekurangan saham

A. Potensi rugi juga besar

Kalau potensi keuntungan dari saham bisa mencapai tak terbatas, maka potensi kerugian dari saham bisa mencapai 100% JIKA salah memilih saham.

Makanya, untuk terjun ke saham setidaknya kita perlu belajar lebih dahulu cara memilih saham. Karena transaksi atas keputusan diri sendiri, maka kita yang bertanggung jawab atas kerugian yang bisa timbul. Tidak bisa menyalahkan orang lain yang memberikan rekomendasi. Be wise, jangan beli karena ikut-ikutan saja.

B. Capek mental

Kalau baru terjun di saham, rasanya sangat excited. Selama bursa saham dibuka, selalu diikuti pergerakan harga sahamnya. Tapi justru itu yang tidak aman untuk pemula karena harga sangat berfluktuatif.

Istilahnya FOMO (Fear of missing out).

Harga naik sedikit takut ketinggalan untuk beli.

Harga turun sedikit takut ketinggalan untuk jual.

Ga tenang deh, malah jadi capek mental kan.

Nah, ini beberapa kelebihan dan kekurangan investasi saham. Bagaimana dengan P2P lending?

2. Investasi P2P Lending

Kelebihan P2P Lending

Berbeda dengan saham, investasi P2P lending sifatnya LOANership investment. Investasi karena meminjamkan, bukan memiliki.

A. Mudah dan simple

Sama dengan saham, P2P lending juga memberikan kemudahan dalam registrasi di aplikasi manapun. Dan sekarang semuanya dilakukan dengan online dan cepat. Cukup waktu 1-2 jam, kita sudah bisa bertransaksi di aplikasi P2P lending yang diinginkan.

Sistem P2P lending juga simple. Meminjamkan uang lalu akan dikembalikan pokok dan bunganya. Tidak perlu proses pembelajaran yang rumit dan mendalam soal itu. Asal memiliki modal dan memilih platform P2P yang benar.

B. Return pasti dan tinggi

Tipikal loanership investment adalah return dan periode pinjaman sudah ditentukan di muka. Tinggal keputusan di pihak kita untuk take or leave the deal. Kita akan terima bunga tersebut saat jatuh tempo pinjaman selesai.

Untuk tingkat return, biasanya lebih tinggi dari pada deposito. Karena deposito relatif lebih aman, dijamin oleh LPS.

Sementara P2P lending, karena tidak dijamin maka harus menawarkan return lebih tinggi supaya menarik. Kisaran 8%-20%/tahun.

C. Alternatif income

Biasanya P2P lending menawarkan tenor pendek, kisaran mingguan-bulanan. Sepertinya belum pernah ketemu yang sampai 1 tahun. Jadi, bunga P2P lending bisa jadi income tambahan untuk kita. Passive income bisa bertambah 1 jenis.

Kekurangan P2P Lending

A. Potensi risiko juga tinggi

Seperti yang sudah di mention di atas, P2P lending tidak dijamin sehingga lebih berisiko. Jika terjadi gagal bayar, bukan hanya bunga yang hilang, namun modal/pokok juga bisa hilang. Maka potensi rugi juga bisa mencapai 100%.

Namun jaman sekarang muncul platform P2P lending yang memberikan mitigasi risiko dengan menggunakan asuransi. Sehingga menjaga keamanan modal lender. Pintar-pintarnya kita sebagai investor dalam memilih platform.

B. Pajak lumayan tinggi

Dalam hal pajak, P2P lending menggunakan sistem tiering PPh 21.

tarif pph 21 (saham vs p2p lending)
Sumber : klikpajak.id

Jadi semakin tinggi penghasilan setahun, maka tarif pajak untuk penghasilan P2P lending akan semakin besar juga. Kalau mau detailnya, saya pernah sharing mengenai pajak P2P lending di sini.

Jangan senang dulu kalau dibilang return P2P lending 12%. Potong dulu dengan tarif pajak kamu, baru dapat nett return. Jangan sampai return-nya lebih rendah daripada instrumen lain yang lebih aman dan mudah.

Kesimpulan Saham Vs P2P Lending

Jadi mau pilih mana?

Kalau mau belajar dan memiliki timeframe yang panjang, saham boleh jadi pilihan yang bijak.

Tapi kalau mau passive income, maka pilihlah P2P lending. Karena saham bukan untuk passive income, lebih cocok ke membangun wealth untuk masa depan.

Tidak ada 1 instrumen yang lebih baik daripada yang lainnya. Tinggal tergantung kecocokan dan kebutuhan investor saja.

Kalaupun mau dikombinasikan juga sah-sah saja. Saya pun demikian, masih berinvestasi di P2P lending maupun saham. Proporsinya tergantung diri sendiri saja karena preferensi manusia berbeda-beda.

Sekian sharing mengenai saham dan P2P lending. Semoga bermanfaat.

Review UangMe : P2P Lending Alternatif Asetku

Sekarang susah untuk pendanaan di Asetku tidak? Kalau iya, sekarang kita mau bahas P2P lending alternatifnya, yakni UangMe.

Kenapa perlu alternatif dan bagaimana kinerja UangMe? Mari kita bahas secara lengkap ya.

Sulit mendanai di Asetku

Berawal dari semakin sulitnya mendanai di Asetku. Memang platform ini sedang naik daun di kalangan P2P Lending. Kenapa Asetku bisa booming gitu?

Ulasan lengkapnya bisa kamu baca di Review Asetku.

Dengan banyaknya lender yang mendanai, namun ga sebanyak borrower, maka Asetku sekarang menerapkan sistem kuota.

Kebayang kan lender yang segitu banyak rebut-rebutan untuk mendanai. Terlambat 1 menit saja kuota langsung habis.

Sampai akhirnya mulai berpikir harus cari alternatif lain untuk mendanai P2P lending yang tidak perlu rebutan begini.

Maka ketemulah UANGME.

Company profile

UangMe sendiri memiliki nama perusahaan PT Uangme Fintek Indonesia, dengan shareholders PT. Intidana Wijaya (Indonesia) dan Pixiu Technology Ltd (Hong Kong).

Mungkin karena shareholdersnya sebagian adalah perusahaan asing, maka website dan aplikasinya menggunakan bahasa Inggris.

Kalau kita search lebih dalam PT Intidana Wijaya dimiliki oleh Kentjana Widjaja yang merupakan komisaris utama dari Ranch Market (RANC). PT Intidana Wijaya sendiri juga adalah pemegang saham dari Bank ICBC Indonesia.

Status di OJK

Per tanggal 06 Januari 2021, UangMe sudah berstatus berizin di OJK. Dia merupakan salah satu dari 41 perusahaan yang sudah berizin, sementara 108 lainnya masih berstatus terdaftar.

Jadi sudah resmi dan berizin ya.

Cara kerja UangMe

Cara kerja UangMe hampir sama dengan Asetku. Pinjamannya diberikan ke pinjaman konsumtif dan didiversifikasi ke beberapa borrower.

Kita sebagai lender hanya perlu memilih tenor yang kita inginkan.

Daftar tenornya juga hanya 4 kok, jadi ga banyak pilihan.

review uangme interest rate

Nanti setelah jatuh tempo, dana kita akan langsung ditransfer ke rekening terdaftar. Kalau mau rollover, nanti dikasih tambahan bunga 0.20%.

Simple dan mudah.

Minimal pendanaan

Minimal pendanaan di UangMe dimulai dari Rp 1 juta dengan kelipatan Rp 100 ribu.

Nominal ini masih lebih kecil dibanding Asetku, dengan minimal Rp 3 juta saat ini.

Bank yang bekerja sama

Pilihlah bank yang sama dengan bank kita. Buat saya ini penting, karena ga mau kena biaya admin saat transfer masuk atau transfer keluar.

bank uangme

Pendanaan di UangMe, aman atau tidak?

Hingga saat ini (06 Maret 2021), TKB90 = 100%. Artinya, tidak ada gagal bayar.

Dan selama saya pendanaan (sejak Januari 2021), memang belum pernah terjadi telat bayar atau gagal bayar.

Kok bisa? Bagaimana mereka mengelola risiko?

Saya hanya research di google ya (jadi belum terkonfirmasi oleh pihak UangMe). UangMe mengasuransikan ke Sinarmas Insurtech yang akan menggantikan 80% modal investor. Sementara 20% akan ditanggung pihak UangMe.

However, jika mulai ada keterlambatan pembayaran atau bahkan gagal bayar, itu sudah merupakan signal bagi investor ya. Sebab risiko akan selalu ada.

Kesimpulan

Kelebihan

  • Sudah berizin dari OJK
  • Cara pendanaannya mudah
  • TKB90 = 100% (belum ada telat bayar/ gagal bayar)
  • Bank yang bekerja sama juga sudah banyak
  • Minimal pendanaan Rp 1 juta (kelipatan Rp 100 ribu)
  • Kuota unlimited, jadi tidak perlu rebutan untuk pendanaan

Kekurangan

  • Kalau dibandingkan Asetku, bunga yang ditawarkan lebih kecil. Kisaran 13%-14.5% (Fyi Asetku kisaran 15%-24%).
  • Cara mitigasi risikonya kurang terbuka, sementara Asetku menjelaskan menggunakan asuransi yang akan ganti 100%.

Dengan alasan ini, maka seperti awal saya katakan kalau UangMe saat ini sifatnya adalah alternatif, bukan pilihan utama.

Kalau berminat pendanaan di UangMe

Kalau berminat pendanaan di UangMe, kamu bisa install aplikasinya di sini.

Tolong isi kode referral / kode undangan saya, u6vp. Terima kasih.

Nanti kamu akan dapat 2 kupon experience masing-masing senilai Rp 500 ribu. Kupon ini untuk digunakan saat pendanaan saja ya. Gunanya untuk mendapatkan bunga lebih. (bukan dikasih uang Rp 500 ribu ya).

Disclaimer : Post ini adalah review jujur dan tidak untuk mempromosikan atau menjatuhkan pihak tertentu.

Baca juga : Review Investree P2P lending produktif.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Sharing Story : Menghadapi Telat Bayar di Investree

Sebagai lender P2P Lending, kita pasti ada risiko pinjaman kita telat bayar atau bahkan gagal bayar. Post ini adalah sharing saya menghadapi pendanaan yang telat bayar di Investree.

Disclaimer: Ini hanya sharing pribadi, tidak bermaksud untuk mempromosikan atau menjatuhkan pihak manapun. Keputusan investasi adalah tanggung jawab setiap individu.

Ada beberapa post sebelumnya yang mungkin bisa kamu baca sebelum melanjutkan baca post ini, yaitu:

Jadi, mari kita lanjut tentang gagal bayar di Investree.

Pertama kenal Investree

Investree adalah platform pertama saya kenal P2P Lending. Thanks to Felicia Putri Tjiasaka, karena Channel Youtube nya yang mengenalkan saya pertama kali dengan P2P Lending. Kalau kamu mau nonton, saya ada taruh link Youtube-nya di sini.

Jadi bayangkan seberapa panik kalau kita sebagai first timer, kemudian kena telat bayar dari lending yang kita danai.

Namanya juga P2P lending, telat bayar atau gagal bayar sudah jadi risiko yang perlu diketahui lender. Tapi kenyataannya praktek tidak semudah teori, dan menjalani tidak semudah bicara bukan?

Buat yang lagi mencari solusi atau kuatir tentang gagal bayar pendanaan, ini adalah beberapa poin yang saya share dari kejadian sebelumnya.

1. Telat bayar? Don’t be panic!

pemberitahuan telat bayar Investree

Jadi kalau pendanaan kita mengalami keterlambatan (tidak lunas di tanggal jatuh tempo), maka Investree akan mengirimkan email pemberitahuan di H+1 jatuh tempo.

Jadi kalau mau panik, don’t be. Karena ini baru telat bayar, pokok dan bunga pinjaman kita masih akan diusahakan untuk kembali.

Bagusnya, Investree akan selalu mengirimkan notifikasi seperti ini untuk semua lending yang mengalami keterlambatan pembayaran. Kalau kamu ingin bertanya atau komplain, Investree juga menyediakan media email atau telepon untuk menghubungi CS mereka.

2. Contact Investree

Yes, I know that Investree sudah menginformasikan ke kita mengenai telat bayar borrower. Tapi berhubung saya bukan orang yang sabar menanti, saya ingin tahu sudah sampai mana proses penagihannya, apa alasan keterlambatan, bagaimana solusinya.

Maka saya hubungi CS Investree untuk menanyakan hal tersebut jika saya merasa keterlambatan sudah cukup lama dan tanpa update tambahan dari platform.

Dan saya mengapresiasi penjelasan yang dilakukan oleh pihak Investree. Mereka memberitahukan secara detail mengenai pendanaan tersebut dan usaha yang dilakukan. Seperti contoh di bawah.

penjelasan telat bayar Investree

3. Menunggu hingga akhirnya dibayar

Let Investree do their job professionally, saya hanya bisa menanti hingga pinjaman tersebut dibayarkan.

Sampai hari ini saya menulis post ini (20 November 2020), menurut pengalaman saya bahwa Investree adalah platform yang bisa mengalami telat bayar, tapi saya belum pernah mengalami sampai gagal bayar / default (dan semoga tidak akan pernah terjadi di kemudian hari).

Bunga pinjaman yang kita terima adalah bunga yang dihitung sejak awal pinjaman hingga pembayaran. Jadi lender hanya rugi waktu, tapi tidak mengalami kerugian dari bunga yang diterima.

4. Eliminate the borrower

Mohon maaf sekali, tapi saya tidak akan mendanai borrower tersebut jika pernah telat bayar parah di pendanaan saya sebelumnya.

Kenapa? Karena masih ada opsi borrower lain dengan catatan clean sheet (belum pernah telat bayar).

Mungkin akan lain ceritanya jika semua borrower yang ada sudah punya catatan telat bayar. Tapi saat ini, mungkin belum waktunya.

Dan sepertinya borrower yang sudah telat bayar terlalu lama juga tidak lagi diijinkan untuk mengajukan pinjaman, makanya total pinjaman saat ini = 0.

Kesimpulan

Ya, Investree tidak bisa memberi kita jaminan jika tidak akan mengalami telat bayar. That’s why TKB90 mereka < 100%.

Tapi saya juga bisa melihat usaha yang dilakukan Investree dalam penagihan supaya yang telat bayar tidak menjadi gagal bayar. And I appreciate their effort.

Anyway, kalau kamu tertarik untuk register di Investree, kamu bisa klik link ini. Feel free jika kamu mau mengisikan referral code saya, KD6LV. Terima kasih!

Tapi kalau kamu merasa Investree tidak cocok dengan karakter kamu, tidak masalah. Kamu bisa menemukan investasi lain yang cocok dengan pribadi masing-masing. Banyak jalan menuju Roma, bukan.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Review DanaIN : P2P Lending Platform

Jaman sekarang banyak P2P Lending platform yang bermunculan, salah satunya adalah DanaIN. Maka post ini berisi review mengenai DanaIN secara lengkap.

Untuk yang baru mau mengenal P2P lending, bisa cek post tentang Penjelasan P2P Lending.

Per 18 Juni 2021, DanaIN menghentikan sementara semua pendanaan ya karena perlu memperbaiki sistem sesuai instruksi OJK. Tapi bagi pendanaan yang sudah berjalan, tetap akan dibayarkan saat jatuh tempo dan bisa ditarik dananya (saya sudah mengalaminya).

Bagi yang mencari platform P2P lending lain, bisa mencoba ke Investree atau Uangme dahulu.

Company profile

DanaIN berdiri sejak Juli 2018 (bisa dicek dalam website mereka), dan sudah terdaftar di OJK. Jadi perusahaan ini sudah resmi.

Holding company dari perusahaan adalah Serba Mulia Group, yang telah berdiri sejak 1970. Company profile Serba Mulia juga bisa dicek dalam website mereka. Serba Mulia Group memiliki bisnis unit dalam bidang otomotif, multifinance, pegadaian, hingga terakhir di P2P Lending.

Hingga saat ini belum ada indikasi bahwa DanaIN disuntik dana dari Venture Capital dari dalam maupun luar negeri. Jadi murni perusahaan dengan modal dari holding company.

Cara kerja DanaIN

DanaIN adalah platform P2P Lending seperti yang lainnya. Mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dengan peminjam (borrower). Namun setiap platform memiliki model bisnisnya sendiri, termasuk dengan DanaIN. Ada yang membedakan DanaIN dengan platform lain.

Ada 4 pihak yang bertransaksi dalam DanaIN. (biasanya hanya 3 pihak, yaitu lender, platform dan borrower). Namun di sini, justru ada lender, platform, borrower dan Mitra Pegadaian Emas (PT Gadai MAS).

Kenapa ada mitra di sini?

Karena DanaIN bekerja sama dengan PT Gadai MAS (masih 1 grup perusahaan). DanaIN hanya menyalurkan pinjaman borrower yang menggadaikan emas di PT Gadai MAS.

Lalu apa efeknya ke lender?

Dengan agunan emas, maka TKB90 DanaIN bisa di-maintain stabil di angka 100%, artinya tidak ada telat bayar. Looks good ya.

Jadi kira-kira begini alur peminjamannya.

  • Borrower mengajukan pinjaman ke Mitra (Gadai MAS) dengan memberikan agunan dalam bentuk emas. Di sini Mitra menalangi pinjaman untuk borrower.
  • Pinjaman kemudian di upload dalam DanaIN supaya bisa didanai oleh lender.
  • Lender mendanai dan DanaIN akan menyalurkan ke Mitra.
  • Kemudian borrower akan mengembalikan pokok pinjaman+bunga kepada Mitra, Mitra kepada DanaIN, kemudian dikembalikan ke lender.

Imbal hasil

Periode peminjaman dibatasi maksimal 120 hari. Tapi borrower boleh melunasinya kapan saja. (Ini juga salah satu yang berbeda dibanding P2P Lending lain).

Imbal hasilnya minimal 8%/tahun dalam pembagian setiap 15 hari. Begini tabelnya biar lebih clear.

Tenor pinjamanRate Imbal Hasil
1-15 hari0.33% (8%*15/360 hari)
16-30 hari0.66% (8%*30/360 hari)
31-45 hari 1.00% (8%*45/360 hari)
46-60 hari1.33% (8%*60/360 hari)
dst hingga 120 hari

Jadi kalau borrower membayar pinjaman di hari ke-15,30,45,60 (kelipatan 15 hari), maka lender akan mendapatkan setara 8%/tahun (return minimal).

Kalau dibayar sebelum kelipatan 15 hari, bunga yang kita terima akan tetap 15 hari tersebut. Artinya, lender dapat return >8%/tahun.

Apalagi kalau hanya meminjamkan 1 hari. Itu setara 120%/tahun lho (0.33%*360/1 hari). Ya tapi akan jarang sekali terjadi.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari DanaIN.

Kelebihan DanaIN

1. Terdaftar di OJK

DanaIN terdaftar dalam OJK
Data OJK per 05 Agustus 2020

Dari data OJK, DanaIN sudah terdaftar, namun belum berizin. Artinya perusahaan fintech diberi waktu untuk menaikkan level mereka menjadi berizin oleh OJK.

Baik terdaftar maupun berizin, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut adalah resmi dan boleh menjalankan kegiatan usahanya.

2. TKB90 = 100%

Hingga saat ini, TKB90 = 100%. Hal ini karena adanya agunan emas sebagai jaminan pinjaman. Kalau sudah mencapai tenor maksimum (120 hari), pinjaman kita otomatis akan dibayarkan.

Agunan tersebut sudah menjadi urusan Mitra dengan borrower. Entah akan melakukan pinjaman baru atau agunan dicairkan.

Yang penting, sebagai lender kita diberikan kepastian atas risiko gagal bayar. Ingat, yang terpenting adalah mitigasi risiko supaya tidak kehilangan dana kita.

Risiko akan muncul jika Mitra menjadi wanprestasi terhadap DanaIN atau lender. Namun untuk saat ini, masih aman karena Mitra sendiri adalah perusahaan yang masih 1 grup dengan DanaIN.

3. Return >8%/tahun

Melihat dari perhitungan di atas, maka return minimum kita adalah 8% per tahun. Dan itu bukan hal yang buruk. Dibandingkan dengan deposito (3%-4%).

Bisa lebih tinggi jika pinjaman dilunasi sebelum kelipatan 15 hari.

Simulasi imbal hasil DanaIN P2P lending
Bisa cek di website jika perlu perhitungan simulasi pendanaan.

Kekurangan DanaIN

1. Borrower bebas melunasi kapan saja

Beda dengan platform lain di mana tenor pinjaman sudah disepakati saat transaksi, di sini borrower bebas melunasi pinjaman kapan saja selama belum mencapai 120 hari pinjaman.

Bagi lender, tidak ada kepastian mengenai tenor pinjaman di muka. Jadi pastikan menggunakan dana yang tidak akan dipakai untuk 4 bulan ke depan (karena max pinjaman adalah 120 hari).

2. One on one lending

Artinya, 1 lender untuk 1 lending. Tidak ada sistem mengumpulkan pinjaman dari beberapa lender. Oleh sebab itu, pinjaman yang besar hanya bisa didanai oleh lender dengan modal besar.

Tapi tidak masalah, pinjaman di DanaIN bervariasi mulai dari 100 ribu hingga puluhan juta. Cukup mendanai sesuai kemampuan kita.

3. Design Web dan Aplikasi kurang menarik

Design website dan aplikasinya memang kurang menarik, tapi itu masih bisa diperbaiki.

Apa lagi yang perlu diketahui?

Bank yang bekerja sama

Untuk mendanai, kita harus setor dana dulu. Bank yang bekerja sama adalah BCA dan BNI. Di luar itu, kita harus melalui ATM Bersama, Prima, Alto yang artinya akan ada biaya admin transfer beda bank.

Untuk penarikan dana, saya belum pernah. Nanti akan saya update jika sudah melakukan penarikan dana.

Jika sudah tertarik untuk mendanai di DanaIN?

Untuk registrasi, harus install aplikasi di HP dulu, Android atau non-Android (mobile website). Registrasi harus di HP karena perlu foto KTP dan selfie. Selanjutnya bisa buka di website via komputer untuk transaksi.

Data diri yang diperlukan:

  • Email dan No HP
  • NPWP
  • Foto KTP
  • Rekening bank yang beratas nama lender.

Jangan lupa untuk masukkan kode referral saya, 122463. Terima kasih.

Disclaimer : Post ini adalah review jujur dan tidak untuk mempromosikan atau menjatuhkan pihak tertentu.

Jika kamu mau membaca review yang lain mengenai P2P Lending, ada Investree dan Asetku. Silakan dicek.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Hati-hati Pajak P2P Lending

Untuk yang sudah atau ingin masuk dalam investasi P2P Lending, coba pertimbangkan faktor perpajakannya. Pajak P2P Lending memang berbeda dengan pajak untuk penghasilan dari investasi lainnya. Jadi mulai hitung-hitung.

Dasar pajak P2P Lending

Mulai di titik awal ini, kita samakan persepsi dulu kalau semua yang berpenghasilan wajib membayar pajak. Betul?

Maka jika kita mau investasi di P2P Lending, maka akan mendapatkan penghasilan dalam bentuk bunga. Bunga tersebut yang akan menjadi objek pajak yang harus disetor ke negara.

Hanya saja berapa yang harus dibayar?

Siapa yang akan mengurusnya karena ada 3 pihak dalam proses P2P Lending?

Tarif Pajak P2P Lending

Hingga saat ini sebenarnya belum ada peraturan pajak mengenai tarif P2P Lending atau fintech lain. Oleh sebab itu, hingga saat ini tarif pajak P2P Lending disamakan dengan proses pendapatan bunga dari pinjaman konvensional lainnya.

Kita kan sebagai orang pribadi yang karyawan setiap tahun akan lapor SPT Tahunan. Hitungnya pakai PPh 21 ya. Tarifnya ada di bawah ini.

PKP*Tarif
0 – 50.000.0005%
50.000.000 – 250.000.00015%
250.000.000 – 500.000.00025%
> 500.000.00030%
*PKP = Penghasilan Kena Pajak setahun

Jadi makin tinggi penghasilan kita, kena tarif pajak makin besar. Itu disebutnya pajak progresif.

Jadi walaupun kita sudah dipotong PPh 21 setiap bulan oleh kantor kita, maka di akhir tahun kita harus menambahkan penghasilan kita dari P2P lending juga. Dari situ akan dihitung kembali pajak tambahan yang harus dibayar ke negara.

Belajar mengenai pajak, bisa cek ke website DJP Pajak.

Jika sudah dipotong saat terima bunga?

Ada beberapa platform yang memberikan pinjaman ke perusahaan. Nah si Perusahaan (borrower) boleh memotong pajak atas bunga yang dibayarkan sebelum diberikan ke lender. Tarifnya 15% non final memakai PPh 23.

Potongan pajak tersebut nantinya akan disetor ke negara dan dibuatkan Bukti Potong. Kita bisa pakai Bukti Potong ini juga sebagai bukti kalau sudah disetor ke negara.

Cara lapor P2P Lending dalam SPT bisa dilihat di sini.

Karena hanya dipotong 15%, jika kamu termasuk dalam PKP di atas 250 juta setahun, maka tarifnya mengikuti PPh 21. Ada kekurangan pajak yang harus dibayar oleh kamu pribadi.

Bandingkan dengan pajak instrumen lain

Berinvestasi dalam P2P lending memang harus memperhitungkan faktor pajak karena instrumen ini termasuk salah satu yang dikenakan pajak tertinggi.

Untuk perbandingan, kita pakai yang sama-sama sistemnya memberi pinjaman.

Jika kita memberi pinjaman ke bank dalam bentuk tabungan dan deposito, bunga kita akan dipotong 20%.

Memberi pinjaman ke pemerintah dalam bentuk obligasi atau SBN Ritel, kupon kita akan dipotong 15%.

Untuk orang pribadi yang berpenghasilan di atas 250 juta setahun, coba hitung-hitung, berapa bunga nett yang akan diterima jika sudah dipotong pajak. Apakah sebanding dengan deposito atau obligasi?

Masih perlu regulasi tambahan

Karena P2P Lending terhitung masih baru di Indonesia, jadi maklum kalau belum terlalu lengkap seperti peraturan perbankan. Ada celah dalam pajak P2P tersebut.

Sementara tidak semua investor memiliki kesadaran untuk melaporkan dan membayar pajak.

Jika deposito di bank, bank akan memotong pajak atas bunga saat pembayaran bunga. Investor hanya terima nett saja.

Bagaimana dengan P2P? Siapa yang harus memotong pajak? Si peminjam atau platform?

Jika borrower yang wajib memotong pajak, bagaimana dengan mereka yang meminjam secara perorangan? Yang mungkin kemampuan administrasi pajak tidak sebaik korporasi.

Jika si platform, sebetulnya mereka tidak berhak memotong karena bukan mereka yang menerima pinjaman dan membayar bunga. Platform hanya sebagai perantara saja.

Penutup

Mengembangkan dana melalui instrumen P2P Lending memang boleh, namun perlu mempertimbangkan beberapa faktor, baik dari imbal hasil, risiko, platform, hingga pajak.

Semakin tinggi penghasilan kita, semakin tinggi tarif yang pajak P2P kita. Jadi hitung benar-benar.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Lapor Pajak Untuk P2P Lending

Bagi yang sudah berinvestasi di P2P Lending maka harus melaporkan pajak dalam SPT Tahunan Orang Pribadi. Bagaimana caranya?

P2P Lending itu apa? Pengenalan mengenai instrumen ini dapat kamu cek di sini.

Apapun jenis instrumennya, biasa Wajib Pajak harus melaporkan instrumen tersebut dalam 2 bagian, yaitu:

  1. Sebagai penghasilan
  2. Sebagai harta

Penghasilan P2P Lending adalah objek pajak

Apapun jenis SPT kita, baik 1770, 1770S atau 1770SS, penghasilan P2P Lending selama 1 tahun harus direkapitulasi sendiri dan totalnya dilaporkan sebagai penghasilan.

Penghasilan P2P Lending bisa ditaruh dalam kolom Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya, seperti di bawah ini.

Dalam SPT 1770S – Lampiran I – Bagian A.

Penghasilan dari P2P Lending ini masuk ke kategori No 1. Bunga. Isi senilai total nett yang diterima selama 1 tahun (nilai 100%).

Nanti total dari Bagian A akan masuk ke Lembar Induk SPT untuk perhitungan penghasilan neto.

Lembar induk SPT 1770 S

Jika kita mendanai sebuah Perusahaan, biasanya Perusahaan tersebut sudah memotong pajak untuk penghasilan P2P Lending ini. Kita kena potong PPh 23 sebesar 15% dari imbal hasil (tidak final) dan kita akan menerima Bukti Potong.

PPh tidak final, artinya penghasilan ini akan digabung dengan penghasilan lain selama setahun, kemudian pajak dihitung menggunakan tarif pajak yang berlaku. Untuk saat ini, tarifnya sebagai berikut:

Sumber : Online-Pajak

Bukti Potong ini juga kita laporkan dalam SPT sebagai kredit pajak. Karena sudah dipotong oleh Perusahaan, maka kita tidak perlu bayar lagi. Kita isi di 1770S – Lampiran I – Bagian C : Daftar Pemotongan/Pemungutan PPh Oleh Pihak Lain.

Lapor Pajak P2P Lending

Namun, jika kita mendanai pihak non perusahaan yang mereka tidak berhak potong pajak, maka yang akan kita terima adalah Full 100%. Pajak 15% sendiri harus kita bayarkan sebagai kurang bayar di SPT Tahunan.

Buat yang kurang bayar (harus bayar sendiri), buat kode billing di e-Billing dengan ketentuan seperti di bawah ini.

P2P Lending di Kolom Harta

Investasi P2P Lending yang masih berjalan di tanggal akhir tahun (31 Desember) dicatat adalah harta kita dan juga dilaporkan di SPT di 1770S – Lampiran II – Bagian B : Daftar Harta pada Akhir Tahun.

  • Masukkan ke Kode Harta 039 : Investasi Lainnya (karena hingga per 11 April 2020, belum ada kode harta khusus untuk P2P Lending).
  • Tahun perolehan diisi tahun awal harta tersebut.
  • Harga perolehan adalah Nilai saldo per 31 Desember.
  • Keterangan diisi nama investasi dan platform investasi.

Penutup

Jadi sebelum melapor SPT Tahunan biasanya kumpulkan semua data yang diperlukan untuk input. Input Laporan SPT Tahunan tidak sulit. Biasanya yang sulit adalah pengumpulan data. Apalagi jika tidak dilakukan secara reguler.

Jika ada kesulitan dalam pelaporan pajak, bisa contact saya atau visit ke website resmi pajak.

Baca juga :

  • Untuk cara lapor SPT Tahunan Orang Pribadi, klik di sini.
  • Untuk cara lapor pajak untuk reksa dana, klik di sini.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Review : ASETKU, P2P Lending Platform dari Akulaku

Jaman sekarang platform peer-to-peer lending (P2P lending) semakin menjamur. Investor harus jeli dalam memilih perusahaan P2P lending untuk berinvestasi. Ada Investree, Asetku, Akseleran, Koinworks dan lainnya.

Untuk mengetahui tentang P2P Lending, bisa baca dulu di sini.

Singkatnya, P2P lending adalah transaksi pinjam meminjam kedua pihak yang tidak saling mengenal namun disalurkan dalam 1 platform online.

Return P2P lending terkenal tinggi, namun juga memiliki potensi risiko yang tinggi pula untuk ditanggung lender (pemberi pinjaman).

Dalam post ini, kita akan bahas mengenai Asetku, salah satu P2P lending platform terkini (dari segi Lender). Bagaimana cara kerjanya dan cara registrasinya?

Pengenalan Asetku

Asetku adalah merek dagang dari perusahaan PT Pintar Inovasi Digital, yang merupakan anak perusahaan dari PT Akulaku Silvrr Indonesia (Akulaku).

Akulaku sendiri merupakan perusahaan e-commerce pembiayaan / pemberian kredit kepada masyarakat atas pembelanjaan (sebagian besar transaksi bersifat konsumtif).

Per 20 Desember 2019, Asetku (PT Pintar Inovasi Digital) sudah terdaftar dalam OJK (Otoritas Jasa Keuangan), jadi perusahaannya adalah resmi.

Daftar P2P lending OJK resmi
Daftar lengkap perusahaan fintech lending yang terdaftar di OJK per 20 Desember 2019 dapat dicek di sini.

Kelebihan Asetku

Kenapa mau memilih Asetku untuk investasi P2P lending? Simak beberapa kelebihannya sebagai bahan pertimbangan.

1. Mudah

Mulai dari proses registrasi, pendanaan, dan pencairan dana relatif mudah.

Juga terdapat banyak pilihan bank dengan virtual account untuk menerima dana dari investor, antara lain: BCA, Maybank, BNI, BRI, CIMB, Danamon, Mandiri dan Permata.

Saat pendanaan selesai, hasil investasi juga akan ditransfer ke rekening nasabah yang telah didaftarkan dalam kurun waktu 1 hari secara otomatis. Tidak perlu mengajukan pencairan dana (jika tidak melanjutkan ke pendanaan baru).

2. Return tinggi

Asetku menawarkan tingkat imbal hasil antara 17% – 21.9%. Tergantung dari jumlah tenor yang dipilih. Cukup tinggi bukan?

3. Resmi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Asetku sudah terdaftar di OJK. Asetku juga sudah terdaftar di AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia).

4. Terjangkau

Nilai minimum pendanaan adalah Rp 1 juta dan kelipatannya.

5. TKB90 = 100%

Dalam upaya mengatasi risiko gagal bayar dari peminjam, maka Asetku bekerja sama dengan PT Asuransi STACO Mandiri untuk menyediakan Asuransi kredit gagal bayar. Artinya, jika terjadi keterlambatan pembayaran, maka kompensasi klaim akan segera dicairkan untuk menjamin keamanan dana nasabah.

Singkatnya, Asetku memindahkan potensi risiko gagal bayar yang seharusnya ditanggung lender kepada STACO untuk membayarkan seluruh kerugian jika terjadi gagal bayar.

Sounds good ya, karena baru ini satu-satunya perusahaan yang memberikan keamanan penggantian 100% jika terjadi gagal bayar.

Itu sebabnya TKB90 Asetku = 100%.

*TKB90 adalah tingkat keberhasilan platform tersebut dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban peminjam dalam waktu 90 hari sejak jatuh tempo. Mendekati 100% akan semakin baik.

6. Anak perusahaan dari Akulaku

Dunia e-commerce pasti mengenal nama besar Akulaku. Perusahaannya ditopang dana besar dari investor China, salah satunya adalah Ant Financials (anak perusahaan dari Alibaba).

Investor Akulaku

Dari beberapa penjabaran kelebihan Asetku, pasti membuat kamu tertarik segera berinvestasi di sana. Namun tidak ada satu investasi pun yang tidak memiliki kekurangan. Kita coba cek dulu kekurangan dari Asetku.

Kekurangan Asetku

1. Hutang konsumtif

Tidak seperti perusahaan besar P2P lending lain yang menyalurkan kredit ke peminjam produktif (perusahaan dan UMKM), Asetku menyalurkan kreditnya kepada peminjam dari Akulaku yang merupakan peminjam konsumtif.

Jadi, lender memberi pinjaman kepada borrower untuk berbelanja (konsumtif).

Berbeda jika lender memberi pendanaan kepada perusahaan atau UMKM yang bertujuan untuk membantu perusahaan dalam beroperasi dan mendapatkan keuntungan (produktif).

Investor menjadi tidak memiliki dampak sosial kepada perekonomian masyarakat karena tidak berpengaruh pada perkembangan perusahaan tertentu.

2. Risiko tinggi

Lho kok bertolak belakang dengan kelebihannya? Coba kita jelaskan lebih dalam.

Meminjamkan uang ke perorangan untuk konsumsi, apakah berisiko untuk gagal bayar (peminjam kabur)? Sangat berisiko tinggi.

Meskipun Asetku menyediakan asuransi untuk klaim gagal bayar sehingga TKB90 nya adalah 100% (nilai sempurna = tidak ada gagal bayar), tapi it sounds too good to be true.

Kesannya, asuransi STACO justru sedang “membakar uang” untuk mendapat investor lebih banyak.

Lalu sampai kapan asuransi tersebut dapat menanggung kerugian jutaan investor yang semakin hari terus bertambah? Belum tentu selamanya.

Bagaimanapun hukum high risk, high return akan terus berlaku di pasar. Maka akan ada masanya, risiko akan kembali naik mendekati potensi return yang dijanjikan.

Jika kamu sudah mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan Asetku dan memutuskan untuk registrasi, berikut ini langkah-langkah mudahnya.

Registrasi akun Asetku

1. Download aplikasi di HP

Klik link di bawah ini untuk install aplikasi di HP kamu.

2. Mulai registrasi data diri

Registrasi Asetku

Isi data diri dengan benar sesuai instruksi, relatif mudah kok.

Jangan lupa untuk masukkan kode referral saya, 9TRQR, atau klik link di sini untuk mendapatkan bonus berupa kupon pendanaan atau tambahan % bunga. Terima kasih.

3. Mulai mendanai

Daftar tenor dan suku bunga Asetku

Beda dari platform lain yang memberikan daftar calon peminjam, di Asetku hanya ada daftar suku bunga dan tenor. Semakin lama tenor, suku bunga semakin tinggi.

Lalu mana daftar peminjamnya? Itu otomatis dipilihkan oleh Asetku, jadi kita sama sekali tidak dapat memilih kepada siapa pinjaman kita. Tapi pinjaman kita didiversifikasi ke beberapa peminjam untuk mengurangi risiko.

Setelah memilih, nanti akan diberikan nomor Virtual Account untuk kita transfer dalam waktu 4 jam. Pilih yang sama dengan bank yang kita miliki supaya tidak kena biaya transfer ya.

4. Ada kupon

Kupon Asetku

Ini contoh kalau sudah mulai mendanai dan pakai kupon. Kuponnya didapat setelah menyelesaikan tugas, seperti selesai registrasi, pengisian profil, hingga pendanaan dengan nominal tertentu.

Kupon ini berguna untuk penambahan modal saat pendanaan. Bunga dihitung dari nominal+kupon. Tapi kupon nanti akan hilang setelah selesai mendanai.

5. Selesai pendanaan

Setelah 1 pendanaan selesai, maka ada muncul notifikasi. Kita dapat memilih untuk lanjut mendanai yang lain (pokok+bunga) atau cairkan. Biasanya Asetku menawarkan kenaikan suku bunga 1% jika dana kita mau digulung untuk mendanai lagi.

Kalau mau dicairkan, cukup biarkan saja. Dana otomatis cair H+1 ke nomor rekening yang sudah kita daftarkan. Kalau bank yang sama dengan daftar bank rekanannya, dana yang kita terima tidak akan dipotong biaya transfer lagi. Contohnya, saya pakai BCA.

Kesimpulan

Asetku menawarkan return yang cukup tinggi. Siapa yang tidak mau? Apalagi hingga saat ini dijamin tidak gagal bayar oleh asuransi.

Selama berinvestasi di Asetku, saya merasa puas dengan kinerjanya. Namun melihat kemungkinan risiko yang bisa terjadi di masa depan, mungkin ada baiknya jika kita lebih bijaksana dalam mengatur portofolio.

Jangan hanya mengejar keuntungan namun melupakan keamanan modal kita. Yang harus kita jaga adalah modal kita + keuntungan. Jangan taruh semua uang ke risiko tinggi.

Akhirnya tergantung pada pribadi masing-masing dalam memutuskan karena investasi adalah pilihan. Semoga post ini dapat menjadi bahan pertimbangan yang baik.

Update per 30/05/2020:

Asetku memberikan Relationship Manager (RM) jika investor membutuhkan. Saya bisa rekomendasikan RM saya, Ibu Cecilia (HP: +62 813-9837-2431)/(RM Code : CIL).
Kalau mau yang kurang jelas, bisa tanya ke Ibu Cecil ini karena dia informatif sekali. Bisa dapat promo terbaru juga.
Untuk dapat souvenir juga tergantung RM nya rajin/ga. Kalau tidak rajin, kita tidak dapat walaupun mencapai target pendanaan.
Setelah melihat kinerja beliau, saya berani rekomen bagi yang mau memilih RM.

Disclaimer: Hanya pendapat pribadi saya.

Disclaimer : Post ini adalah review jujur dan tidak untuk mempromosikan atau menjatuhkan pihak tertentu.

Baca juga : Review Investree – P2P Lending Platform

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Review Investree – P2P Lending Platform

P2P Lending adalah kegiatan pinjam meminjam berbasis online. Kita sudah bahas mengenai pengenalan P2P Lending dan keuntungan serta risikonya dalam post P2P Lending : Iya Atau Tidak?.

Sekarang saya mau bahas cara registrasi pertama kali di salah satu platform fintech P2P Lending, Investree.

Apa Itu Platform Investree?

Ada banyak perusahaan penyelenggara transaksi P2P Lending di Indonesia. Per 31 Mei 2019, sudah ada 113 perusahan yang terdaftar atau berizin di OJK. Kamu bisa cek di sini.

Dari sekian banyak, ada beberapa yang sudah dikenal masyarakat sebagai pelopor fintech P2P Lending, antara lain : Danamas, KoinWorks, Amartha, Modalku, dan Investree.

Investree (PT Investree Radhika Jaya) adalah perusahaan teknologi finansial di Indonesia dengan sebuah misi : sebagai online marketplace yang mempertemukan orang yang memiliki kebutuhan pendanaan dengan orang yang bersedia meminjamkan dananya.

Investree juga platform pertama saya mencoba P2P Lending dan hingga saat ini menjadi kliennya. Kenapa saya bertahan di Investree? Berikut penjelasannya.

Karakteristik Investree

Berikut ini adalah beberapa hal mengenai Investree yang patut dipertimbangkan sebelum mendaftar.

1. Sudah Terdaftar di OJK

Investree sudah terdaftar dan berizin di OJK. Ia merupakan salah satu dari 7 perusahaan penyelenggara fintech yang sudah berizin.

Fintech P2P Lending OJK

2. Interface Website

Ini hal yang subjektif tapi menurut saya Interface Website nya cukup memuaskan. Tampilan oke, jelas, informatif, dan user friendly dalam penggunaan.

3. TKB90 = 99%++

TKB90 adalah tingkat keberhasilan platform tersebut dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban peminjam dalam waktu 90 hari sejak jatuh tempo. Mendekati 100% akan semakin baik.

Per 30 September 2019, TKB90 Investree = 99.17%. Kamu bisa cek update nya di website Investree.

TKB90 Platform Investree 30Sept19

Belum 100%, artinya masih ada risiko gagal bayar. Hingga saat post ini diterbitkan pun, saya masih memiliki pinjaman yang terlambat dan belum dilunasi. Jadi P2P tetap ada risiko ya, hati-hati dalam memilih pinjaman yang akan didanai.

Jangan tergiur dengan bunga pinjaman yang tinggi karena berbanding lurus dengan risiko tinggi yang bisa ditanggung.

4. Minimum Pendanaan

Untuk saat ini, minimum pendanaan pinjaman di Investree adalah Rp 1 juta dan kelipatannya.

Yup, untuk minimum pendanaan, Investree bukan yang terendah. Masih ada platform yang menawarkan minimum Rp 100 ribu saja.

5. Bank Investree

Bank Kerja Sama dengan platform Investree

Investree bekerja sama dengan Bank Danamon dan CIMB Niaga. Jadi ada baiknya jika kamu memiliki salah satu dari bank tersebut jika bertransaksi di Investree. Kenapa?

Karena untuk bertransaksi, rekening Investree yang kamu tuju adalah kedua rekening tersebut. Jika kamu dari bank berbeda, kamu akan memakan biaya admin untuk setiap top up dan withdrawal. Dan itu akan menambah cost kamu.

Saran saya, jika kamu tidak punya rekening Danamon / CIMB dan berniat membuka rekening baru : minta ke bank tersebut jenis tabungan yang tidak memerlukan saldo minimum, tidak mengenakan biaya admin bulanan, dan biaya penalti untuk dormant.

Mulai Registrasi di Platform Investree

Pertama, kamu bisa visit ke website Investree di sini. Scroll ke bawah untuk menemukan pilihan seperti di bawah.

Klik “Berikan Pinjaman” untuk mendaftar sebagai Lender atau “Ajukan Pinjaman” sebagai Borrower.

Kamu akan melanjutkan ke proses registrasi seperti ini :

Registrasi pertama Investree

Isi data dengan benar dan lengkap demi kepentingan kamu. Jangan memberikan data palsu. Nanti mereka akan kirim email untuk registrasi tahap selanjutnya.

Kalau kamu mau mendaftar, jangan lupa untuk mengisi kode referral saya, KD6LV. Terima kasih!!

Data apa saja yang diperlukan?

  • Kartu Identitas / KTP
  • Nomor Rekening (harus sama dengan Nama di Identitas)
  • Foto / Scan Buku Tabungan, tertera Nomor Rekening, Nama Pemilik, Bank
  • NPWP (wajib ada) untuk keperluan pembuatan bukti potong pajak penghasilan. Mengenai Pajak Penghasilan (PPh) akan kita bahas di post berbeda.

Setelah kamu menandatangani kontrak perjanjian dengan Investree, akunmu sudah aktif dan bisa digunakan untuk transaksi memberikan pinjaman.

Mulai Mendanai Lending di Investree

Akunmu sudah aktif, saatnya kamu mulai mendanai. Apa saja yang perlu kamu lakukan?

1. Login ke Akun di Platform Investree

Ke Website Investree lalu input email dan password.

Login Platform Investree

2. Penambahan Pendanaan

Dalam Investree, ada yang namanya Cash-In-Hand (CIH) yang akan digunakan untuk pendanaan. Kita harus top up dulu untuk masuk ke CIH. Di Dasbor akun, klik “Penambahan Pendanaan”

Pilihan Virtual Account antara VA Danamon atau CIMB Niaga. Top up kelipatan Rp 1 juta. Saldo CIH boleh 0, artinya tidak perlu taruh dana lebih di Investree. Dana nganggur lebih dari 2 hari, secara otomatis akan ditransfer kembali ke rekening kamu yang terdaftar.

3. Daftar Pinjaman

Saldo CIH sudah siap, saatnya memilih Pinjaman yang akan didanai.

Daftar Pinjaman Investree

Secara umum, kita bisa lihat Nama Peminjam (inisial), Total Pinjaman, Sisa Slot yang tersisa, Grade dan Rate, Tempo dan Tujuan Pinjaman. Kalau kamu mau lihat detailnya, kamu bisa klik di Nama Peminjam. Ini contoh salah satu detail informasi peminjaman

Apa yang jadi bahan pertimbangan dalam memilih peminjam?

  1. Loan Grade dan Interest Rate

  2. Loan Due Date

    Tanggal Jatuh Tempo sebagai acuan pinjaman tersebut akan berakhir. Artinya, kita tidak bisa memakai dana tersebut.

  3. Informasi Jaminan

    Cari yang ada jaminan dan bisa dipercaya. Ini pegangan jika pinjaman terlambat.

  4. Informasi Peminjam dan Supplier

    Kita bisa lihat secara umum bentuk usaha dan tujuan pinjaman. Saya selalu mencari untuk tujuan bisnis dan setidaknya nama Suppliernya cukup terkenal.

  5. Riwayat Pinjaman

    Cari yang tidak pernah atau sedikit terlambat.

4. Proses Pendanaan

Jika sudah memilih pinjaman yang mau didanai, ke kolom “Sumber Pendanaan” dan pilih “CIH”. Masukkan nominal yang mau dipinjamkan kemudian kamu akan menyetujui Surat Kuasa Pendanaan.

Saldo CIH akan ditarik dan disalurkan ke Borrower. Kamu akan menerima Pokok + Bunga di tanggal Jatuh Tempo.

Sekian step by step mendaftar dan mendanai sebagai Lender di platform Investree. Jika bermanfaat, kamu bisa bantu share post ini. Terima kasih.

P2P LENDING : IYA ATAU TIDAK ?

P2P Lending (Peer To Peer Lending) adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet (Wikipedia).

Simpelnya, P2P Lending adalah kegiatan pinjam meminjam berbasis online. Itu sebabnya akan ada beberapa unsur dalam P2P Lending, yaitu :

  1. Penerima Pinjaman / Borrower
  2. Pemberi Pinjaman / Lender
  3. Platform yang dibuat oleh Perusahaan Fintech
  4. Online
P2P Lending

Untuk kali ini, kita akan bahas P2P dari sisi sebagai Lender.

Dasar Hukum P2P Lending

Memberi pinjaman itu hal yang agak berisiko bukan? Kita memberi pinjaman kepada orang yang dikenal saja ada kemungkinan gagal bayar atau kreditnya macet. Apalagi P2P ini memberi pinjaman kepada orang atau perusahaan yang belum kita kenal.

Jika tidak ada dasar hukumnya, besar kemungkinan Lender adalah pihak yang paling dirugikan.

P2P Lending mulai dikenal tahun 2005 di Inggris kemudian mulai menyebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri, Perusahaan Penyelenggara P2P yang sudah terdaftar dan berizin di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sejumlah 113 perusahaan (per 15 Mei 2019). Daftar Perusahaan tersebut bisa kamu cek di Website OJK.

Dasar Hukum P2P Lending diatur dalam Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016. Untuk keamanan, sangat dianjurkan untuk melakukan transaksi P2P Lending di Platform Perusahaan yang telah terdaftar dan berizin di OJK.

Cara Kerja P2P Lending

Awalnya, kita perlu mendaftar dalam platform dahulu. Data diri harus benar karena akan dicek oleh perusahaan.

Jika registrasi telah disetujui, kita dapat mengakses dashboard website. Di sana terdapat daftar pengajuan pinjaman berisi data pinjaman, grade peminjam, tingkat bunga pinjaman, tujuan pinjaman, riwayat pinjaman sebelumnya dan jaminan pinjaman.

Lender bisa memilih pinjaman yang ingin didanai olehnya. Tetaplah berhati-hati dalam memilih pinjaman, jangan tergiur dengan bunga tinggi yang ditawarkan.

Uang yang dipinjamkan akan dipindahtangankan ke Borrower dengan perantara Perusahaan Fintech sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati. Pada saat jatuh tempo, Lender akan mendapat pokok hutang dan bunga.

Bunga yang diperoleh akan dipotong Pajak Penghasilan sebesar 15% (Non Final). Jadi harus kita laporkan sebagai tambahan penghasilan dalam SPT Tahunan. Kita akan mendapatkan Bukti Potong PPh sebagai dasar laporan SPT Tahunan.

Keuntungan Investasi Dalam P2P Lending

1. Suku Bunga Relatif Tinggi

Berapa suku bunga deposito? Kemungkinan sekitar 5-7%/tahun. P2P Lending menawarkan suku bunga lebih tinggi untuk menarik investor bergabung. Suku bunga P2P berada di kisaran 10-20%/tahun. Jika suku bunga P2P setara dengan deposito, saya sarankan lebih baik berpindah ke deposito saja yang sudah pasti aman.

2. Online

Mulai dari proses registrasi hingga peminjaman dilakukan secara online. Jadi tidak perlu datang ke perusahaan fintech tersebut. Proses peminjaman juga relatif mudah asalkan Lender dapat mengoperasikan komputer/hp.

3. Modal Relatif Murah

Modal untuk meminjamkan relatif murah. Kita dapat memulai pendanaan dengan Rp 100.000, namun ada juga minimum Rp 1.000.000 tergantung kebijakan perusahaan penyelenggara.

Risiko Investasi P2P Lending

1. Risiko Likuiditas

Saat kita meminjamkan uang, kita berada dalam kontrak sehingga kita tidak dapat mengambil dana yang kita pinjamkan hingga jatuh tempo. Sebaiknya dana yang diinvestasikan adalah “dana dingin” (tidak dipakai dalam waktu dekat).

2. Risiko Gagal Bayar / Kredit Macet

Dalam hal risiko, P2P Lending memang berada lebih tinggi dari pada Deposito atau SBN. Itu sebabnya suku bunga yang ditawarkan juga lebih tinggi.

Meskipun sudah memiliki payung hukum, tidak menutup kemungkinan pinjaman kita bisa gagal bayar atau macet. Itu sebabnya harus berhati-hati dalam memilih Borrower yang akan didanai. Dan risiko ini ditanggung Lender ya. Kita tidak bisa menuntut Perusahaan P2P untuk bertanggung jawab.

Untuk meminimalisir risiko ini, berikut ada beberapa saran yang mungkin bisa dipertimbangkan:

  • Jangan mudah tergiur suku bunga yang terlalu tinggi. Biasanya suku bunga tinggi dikarenakan Credit Score Borrower yang kurang baik (risiko tinggi).
  • Cek Riwayat Peminjam. Di sana akan tertera berapa kali dia meminjam, tepat waktu/terlambat untuk kredit sebelumnya.
  • Jaminan Pinjaman. Lebih baik memilih pinjaman yang memberikan jaminan dalam bentuk giro mundur atau escrow account. Jika kredit macet, perusahaan berhak mencairkan jaminan untuk membayar Lender.
  • Pilih platform yang berkualitas yang sudah banyak digunakan orang banyak. Jika platform yang belum berpengalaman, berpotensi besar kesulitan dalam hal penagihan kredit macet.
  • Cek TKB90 Platform tersebut. Itu adalah tingkat keberhasilan platform tersebut dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban peminjam dalam waktu 90 hari sejak jatuh tempo. Mendekati 100% akan semakin baik.

Minimalisir Risiko P2P Lending

Lalu apakah Perusahaan P2P hanya akan menyerahkan risiko kepada Lender tanpa usaha untuk meminimalir? Jika iya, mereka justru menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan tidak akan survive di industri fintech. Perusahaan P2P juga terancam tutup jika jasa yang mereka tawarkan tidak diminati.

Itu sebabnya muncul upaya dalam mengurangi risiko yang kemungkinan akan terjadi dan dampak risiko, disebut mitigasi risiko. Namun kebijakan perusahaan akan berbeda satu dengan lain. Kita dapat bertanya dengan platform tersebut mengenai kebijakan yang mereka miliki sebelum mulai mendanai.

Berikut beberapa upaya meminimalisir risiko dari perusahaan penyelenggara P2P Lending :

1. Asuransi

Asuransi Jiwa untuk Peminjam. Jika peminjam meninggal dunia maka Lender menerima kembali pokok pinjaman dari perusahaan asuransi. Pokok pinjaman saja karena bunga pinjaman tidak ditanggung oleh asuransi.

2. Credit Score

Credit Score yang diterapkan oleh perusahaan penyelenggara kepada peminjam. Jadi jangan anggap remeh dengan credit score peminjam. Credit Score ini dibuat dengan indikator dari riwayat pembayaran kredit sebelumnya. Semakin baik credit score, peminjam semakin direkomendasikan untuk didanai.

3. Langkah Collection Berlapis

Pilihlah perusahaan fintech yang mau berusaha untuk lender dalam menyelesaikan proses collection. Biasanya upaya mereka disertai dengan Surat Peringatan, penagihan ke Borrower langsung, hingga pencairan jaminan yang dilakukan oleh Perusahaan.

Kesimpulan

Investasi P2P memang terhitung baru. Peraturannya saja baru jadi tahun 2016. Tapi secara imbal hasil, sebenarnya investasi ini cukup memuaskan. Hanya saja risiko yang harus ditanggung juga tinggi.

Baiknya cek dulu profil risiko sebelum memulai berinvestasi dalam P2P Lending. Tapi P2P jelas hal yang patut untuk dicoba sebab masa depannya berpotensi besar untuk berkembang lebih baik.

Kalau kamu tidak tertarik dalam memulai investasi dalam P2P Lending, kamu bisa cek beberapa instrumen investasi lainnya di sini.

Post selanjutnya, saya mau bahas cara mendaftar dan memulai pendanaan di P2P Lending.

Jika bermanfaat, kamu bisa bantu share post ini. Terima kasih.