SR012 : Sukuk Ritel Februari 2020

SBN SR012

Pemerintah RI kembali menerbitkan Sukuk Ritel seri terbaru di bulan Februari 2020, yaitu SR012.

Buat yang belum tahu apa itu SBN, bedanya SR dengan SBN jenis lain, kamu bisa baca di sini.

Berikut ini penjelasan seputar SR012.

Karakteristik SR012

  • Untuk Individu WNI, yang punya KTP.
  • Nominal pemesanan : minimal Rp 1 juta hingga maksimal Rp 3 miliar (kelipatan Rp 1 juta).
  • Masa penawaran : 24 Februari 2020 – 18 Maret 2020.
  • Imbal hasil tetap 6.30% per tahun yang dibayarkan setiap tanggal 10 setiap bulan.
  • Imbal hasil akan dipotong pajak 15% final.
  • Jangka waktu : 3 tahun.
  • Tanggal jatuh tempo 10 Maret 2023.
  • Bisa diperdagangkan di pasar sekunder mulai tanggal 11 Juni 2020 (setelah terima pembayaran imbalan ketiga).

Keuntungan investasi di SR012

Berikut ini beberapa keuntungan yang dijabarkan di website Kemenkeu tentang investasi di SR012:

  1. Aman, karena dijamin oleh pemerintah Indonesia dan Undang-Undang.
  2. Terjangkau, bisa mulai dari Rp 1 juta.
  3. Sesuai prinsip syariah, cocok untuk investor yang mencari investasi syariah. Bagi non muslim, tetap boleh investasi di SR012 juga.
  4. Ikut membantu pembiayaan negara untuk pembangunan.
  5. Tingkat imbalan kompetitif, lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga deposito bank saat ini.
  6. Imbal hasil tetap, 6.30% per tahun selama 3 tahun.
  7. Imbalan dibayar setiap bulan, jadi hasil imbal hasil bisa digunakan untuk investasi kembali.
  8. Bisa diperdagangkan di pasar sekunder, jadi tidak perlu tunggu hingga tanggal jatuh tempo.

Risiko investasi SR012

Semua investasi ada risiko, betul? Termasuk SR012. Risiko investasi pada SR012 tergolong rendah karena tidak ada risiko gagal bayar (default risk).

Tapi ada risiko lain yang berpotensi terjadi dan patut dipertimbangkan sebelum berinvestasi, antara lain:

1. Risiko likuiditas

Artinya, dana kita tidak akan selikuid uang tunai atau tabungan, yang bisa digunakan kapan pun kita butuhkan. Dana kita tertahan selama 3 tahun hingga tanggal jatuh tempo, 10 Maret 2023.

Solusi : Kalau benar-benar butuh dana dicairkan, dapat dijual di pasar sekunder setelah tanggal 11 Juni 2020. Cukup jual kepada Mitra Distribusi (Midis) tempat kita beli SR012 sesuai harga pasar saat itu. Nanti akan ada investor lain yang akan membeli SR kita.

SR juga bisa dijadikan jaminan dalam pengajuan pinjaman di bank atau lembaga keuangan lain. Tapi soal suku bunga kredit, tergantung pada lembaga pemberi kredit.

2. Risiko pasar

Karena kita bisa menjual SR012 di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, maka harga akan berfluktuasi tergantung kondisi pasar saat itu. Harga yang ditawarkan Midis 1 juga bisa berbeda dengan Midis lainnya.

Harga bisa naik menimbulkan capital gain (keuntungan), atau justru menimbulkan capital loss (kerugian) jika kita menjual di bawah harga beli kita.

Solusi : Jangan jual jika harga pasar lebih rendah dari pada harga kita beli. Harga di masa penawaran saat ini adalah 100%. Harga yang terjadi setelah masa penawaran bisa naik >100% atau turun <100%.

Simulasi investasi SR012 bisa dilihat di gambar di bawah ini.

Simulasi investasi SR012

Kondisi pasar saat masa penawaran SR012

Berikut ini saya coba jabarkan kondisi pasar saat ini, di masa penawaran SR012 sebagai bahan pertimbangan.

1. Suku bunga acuan BI diprediksi turun

Sumber : CNBC Indonesia

Karena efek virus Corona yang meluas di dunia, BI 7DRRR diprediksi akan turun. Maka SBN selanjutnya di tahun 2020 akan turun mengikuti suku bunga acuan BI.

Jika SR012 imbal hasil 6.30% per tahun, imbal hasil/ kupon SBN selanjutnya belum tentu sama. Jadwal penawaran SBN tahun 2020, bisa dicek di sini.

2. IHSG (pasar saham) juga sedang tidak baik

Grafik IHSG Jan-Maret 2020
Grafik IHSG 3 bulan terakhir (Jan-Mar 2020). Sumber : Stockbit

Performa pasar saham Indonesia ditandai dengan IHSG juga sedang tidak baik karena kondisi dunia dengan virus corona. Investor saham (berikut turunannya) pasti merasakan tren turun saat ini.

Jika sebagian investor menarik diri dari pasar saham, maka kemungkinannya mereka berpindah investasi ke emas atau obligasi yang lebih aman. Maka obligasi (termasuk Sukuk Ritel) menjadi investasi yang cukup diminati saat ini.

3. Pasar obligasi dalam tren naik

Grafik harga SR011 1 tahun
Grafik harga obligasi SR011 selama 1 tahun. Sumber : BCA

Harga obligasi terus meningkat selama 1 tahun terakhir karena suku bunga acuan BI yang menurun. Apakah berlanjut di SR012? Tidak ada yang tahu. Kita hanya bisa melihat tren historis.

Kesimpulan

Akhirnya semua akan bertanya baguskah investasi di SR012? Dan jawabannya akan selalu tergantung. Kenapa?

  • Karena setiap kondisi investor berbeda-beda.
  • Karena goals kita juga berbeda satu dengan lainnya.
  • Karena risiko yang bisa ditanggung tiap investor juga berbeda.

Namun saya mungkin bisa share opini mengenai investasi SR012. Investasi ini cocok bagi investor yang :

  • Memiliki dana menganggur. Dengan kata lain, tidak ada kewajiban hutang konsumtif. Karena sia-sia berinvestasi untuk imbalan 6.30% per tahun jika harus membayar bunga kredit hingga 24% per tahun.
  • Dana darurat sudah aman.
  • Bisa bertoleransi dengan risiko yang sudah dijabarkan di atas.
  • Mencari investasi yang imbalan lebih baik dari pada suku bunga deposito bank umum saat ini.
  • Sedang diversifikasi portofolio investasi.

Akhirnya, jika ingin berinvestasi SR012, kamu bisa cek cara pemesanan dan Mitra Distribusi yang berpartisipasi di website Kemenkeu.

Langkah pemesanan SBN sebenarnya sama apapun jenisnya. Saya pernah share langkah-langkahnya di sini.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Leave a Reply