10 Saham dengan Dividen Tinggi Tahun 2020

Dividen saham merupakan sumber keuntungan bagi investor selain dari capital gain. Maka tidak jarang banyak investor yang memburu emiten dengan dividen tinggi. Investor seperti ini tergolong dividend investor.

Rasio saham untuk dividen

Nah kalau fokusnya cari untung dari dividen, maka ada rasio yang harus investor ketahui.

Apa saja?

1. Dividend per share (DPS)

DPS-1

Jadi kita hitung berapa dividen yang akan kita dapatkan dari 1 lembar saham.

2. Dividend Yield

Dividen Yield (DY)

Kalau dividend yield menunjukkan ke kita berapa persen dividen dibanding harga saham saat ini.

Nah kedua rasio ini biasanya sudah tersedia di aplikasi saham (tidak perlu hitung manual). Yang penting kita harus mengerti dari mana angka itu didapat.

Untuk investor, angka dividend yield yang tinggi menjadi ketertarikan tersendiri. Maka kali ini kita akan bahas 10 saham dengan dividen tertinggi di tahun 2020.

Daftar 10 saham dengan dividen tertinggi sepanjang tahun 2020

Disclaimer : Daftar ini bukan rekomendasi / ajakan membeli. Daftar ini juga hanya dari analisa pribadi. Saya menggunakan data tanggal 07 Agustus 2020.

Dividen tertinggi ini kita urutkan dari yang terendah hingga yang tertinggi. Dapat disebut tertinggi berdasarkan dividend yield, bukan dividend per share ya.

Saya pilih yang konsisten beri dividen. Ga mau yang kadang bagi, kadang tidak sama sekali.

10. TLKM (Telekomunikasi Indonesia Tbk.)

Sepertinya pemerintah sedang cari uang dari dividen BUMN di tahun 2020. Dari daftar ini, ada 4 BUMN pemberi dividen besar. Dimulai dari TLKM di bidang telekomunikasi. Siapa yang tidak kenal produknya, Telkomsel terutama.

Harga saham Rp 2.980 dengan DPS Rp 154, maka investor mendapat yield 5.17%. Untuk ukuran dividen, ini termasuk besar lho. Apalagi sektor telekomunikasi termasuk yang padat modal.

9. BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk.)

Selanjutnya ada BBRi di peringkat 9. BUMN sektor perbankan yang performanya konsisten meningkat setiap tahun. Saya termasuk yang memiliki saham ini (makanya kalau saya analisa emiten ini, harus ditelaah lebih jauh karena mengandung subjektivitas).

DPS BBRi untuk tahun 2020 (dari laba 2019) adalah Rp 168. Dengan harga saham saat ini Rp 3.110, maka dividend yield (DY) = 5.40%.

8. BMRI (Bank Mandiri Tbk.)

Tumben sekali BMRI membagikan dividen hingga 60% laba, sehingga yield yang didapat sekitar 6.09%. DPS Rp 353 dengan harga saham Rp 5.800.

Secara fundamental, jelas bagus. BMRI termasuk perbankan buku 4. Jadi emiten ini aman-aman saja kalau mau dibeli. Tapi belilah di saat harga murah. Percuma kalau harga sudah mahal.

7. BDMN (Bank Danamon Tbk.)

Kali ini datang dari emiten perbankan, Bank Danamon. Setelah diakuisisi oleh MUFG, sepertinya BDMN mulai menaikkan dividen sejak tahun 2019.

Tahun 2020, BDMN menebar dividen Rp 187/lembar. Dengan harga saham Rp 2.770, maka yield yang didapat 6.75%.

6. HMSP (H.M Sampoerna Tbk.)

Urutan kelima datang dari perusahaan rokok yang sudah lama listing di BEI, sejak 1990. Tapi emiten ini sepertinya tidak masuk ke saham syariah ya.

HMSP dengan harga saham Rp 1.655 memberi dividen sebesar Rp 119 kepada shareholders. Maka yield yang didapat sebesar 7.19%.

Sumber : RTI

Satu hal lagi, HMSP konsisten membagi keseluruhan laba bersihnya setiap tahun (DPR sekitar 100% setiap tahun). Jadi kita sudah bisa menghitung kira-kira berapa dividen yang akan didapat dari laba tahun 2020 nanti.

5. BJTM (Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.)

Kalau soal market capital, BJTM memang kalah dari bank perbankan besar seperti BBCA atau BBRI. Tapi soal performa, BJTM tidak kalah. Dividen yang dibagikan juga selalu besar bagi investor.

Dengan harga saham saat ini Rp 550, BJTM bisa membagi dividen sebesar Rp 48/lembar. Maka dividend yield yang diterima investor = 8.73%.

Dari pada nabung di banknya, lebih untung jadi pemegang sahamnya..haha

4. ADRO (Adaro Energy Tbk.)

Jangan aneh kalau perusahaan batu bara banyak masuk di dalam daftar pemberi dividen tinggi. Jika perusahaan sudah di fase mature, maka tidak memiliki rencana ekspansi lebih sehingga laba yang didapat kebanyakan dibagikan ke pemegang saham.

ADRO tercatat membagi dividen Rp 109 di tahun ini. Dengan harga saham Rp 1.095, ADRO memberikan yield 9.95%.

3. BJBR (Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk.)

BJBR adalah BUMD yang dimiliki oleh Pemda Jawa Barat dan Banten. Seperti BJTM, segmen usaha BJBR juga berfokus di wilayah sendiri, Jawa Barat.

Tahun 2020, BJBR membagikan dividen Rp 94, dengan harga saat ini Rp 910. Maka dividend yield sebesar 10.32%.

Secara fundamental, BJBR juga terhitung perusahaan yang sehat dan profitable. Jadi, selama kita pikir Jawa Barat akan terus berkembang beserta bank daerahnya, maka BJBR boleh coba kamu analisa lebih mendalam sebelum membelinya.

2. PTBA (Bukit Asam Tbk.)

Dari batu bara (lagi), selanjutnya ada PTBA. BUMN di bawah perusahaan Inalum sudah secara konsisten memberikan dividen jumbo. Tahun 2020, PTBA memberikan dividen Rp 326 dibanding dengan harga saham saat ini Rp 2.050. Maka yield = 15.90%.

Lumayan banget bukan dari pada diinvestasikan ke deposito dengan yield sekitar 4-5% saat ini.

1. ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk.)

ITMG memang sudah sering masuk dalam daftar perusahaan yang royal bagi dividen ke shareholder-nya. ITMG biasanya 2x bagi dividen dalam 1 tahun (akhir tahun dan setelah Laporan Keuangan rilis).

Untuk tanggal 07/08/20, harga saham ITMG = Rp 7.850 dibandingkan mendapat dividen sebesar Rp 1.275. Artinya dividend yield = 16.24%.

Perusahaan di bidang pertambangan batu bara ini memang lagi murah-murahnya. Harga batu bara yang turun sepanjang tahun membuat performa harga sahamnya juga menurun.

Hati-hati kalau beli saham batu bara di tahun ini (2020) ya, karena harga batu bara sedang jatuh dan tidak tahu kapan bisa bounce back.

Kesimpulan

Saham dividen tinggi 2020

Dari daftar di atas, kira-kira kita sudah tahu nih emitan mana yang kemungkinan akan membagi dividen di tahun-tahun selanjutnya.

Semua perusahaan di atas sudah membagi dividen mereka untuk tahun ini. Jadi bagi yang beli saham sekarang, bisa dapat dividen di tahun depan. Cek dulu fundamental perusahaan. Apalagi tahun 2020 adalah tahun berat. Tidak semua emiten bisa mempertahankan dividen yang sama di tahun depan.

Dividend yield dipengaruhi oleh nominal dividen (berubah setiap tahun) dan harga saham (berubah setiap menit). Jadi jangan bingung kalau yield yang tercantum saat kamu baca akan berbeda. Saya lagi pakai harga per 07/08/2020 nih.

Silakan mulai cek emiten-emiten di atas jika mau jadi dividend investor.

Baca juga : Cara Filter Saham Secara Fundamental.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Leave a Reply