Saham SMDR

Review Saham: SMDR (Samudera Indonesia) Q2 2021

Saham yang kali ini akan dibahas berasal dari sektor transportasi laut (pelayaran), salah satunya adalah saham SMDR, PT Samudera Indonesia. Tertarik banget sama sektor ini karena harga container yang terus melambung bisa jadi peluang untuk perusahaan pelayaran.

Disclaimer : Posting ini sebagai journal penulis. Ini bukan rekomendasi saham. Kamu bertanggung jawab atas pilihanmu. Do your own research before you buy/sell.

Latar belakang saham SMDR

PT Samudera Indonesia didirikan oleh Soedarpo Sastroatomo tahun 1964. Perjalanan panjang hingga 1999, perusahaan akhirnya listing di BEI. Hingga 2021, perusahaan masih dikelola oleh generasi kedua dan ketiga keluarga Sastroatomo dengan memegang jabatan direktur dan komisaris.

Untuk daftar pemegang saham SMDR adalah sebagai berikut:

PT Samudera Indonesia Tangguh58%
PT Ngrumat Bundo Utomo14%
Publik28%
Total100%

Perusahaan sudah beroperasi, bukan hanya di Indonesia, melainkan hingga mancanegara, antara lain: UAE, Pakistan, India, Sri Lanka, China, Hongkong dan Asia Tenggara.

Business lines perusahaan juga sudah terintegrasi dari shipping, ports, logistics, properti hingga service. Jaringan sistem yang terintegrasi inilah yang menjadi moat perusahaan dari para pesaingnya. Dapat menjangkau ke mancanegara hingga memiliki banyak produk yang ditawarkan untuk klien secara menyeluruh.

Shipping rates terus meningkat

Akhir tahun 2020 hingga pertengahan 2021, harga shipping rates terus meningkat. Alasannya karena ketidakseimbangan pengiriman. Container yang dikirim keluar dari 1 negara (China salah satunya), tidak ada jalur pengiriman kembali ke negara asal, sehingga supply container terganggu.

Harga container 40feet dari $2,000-2,500 (sebelum pandemi), menjadi $10,000-12,500 (pertengahan tahun 2021). Hingga saat ini belum ada tanda penurunan.

Shipment by air (udara) juga masih lebih mahal sehingga tidak bisa menjadi substitusi pengiriman laut. Untuk container 40ft setara 26,000kg @ $7-$10/kg.

Karena harga shipping ini menjadi sumber pendapatan perusahaan pelayaran seperti SMDR, maka hal ini bisa menjadi potensi kenaikan pendapatan perusahaan.

Pendapatan

revenue SMDR
Sumber : Stockbit

Kalau melihat history, pendapatan perusahaan tidaklah impresif, konsisten menurun sejak tahun 2012. Hingga Q2 2021, perusahaan telah membukukan pendapatan sebesar $274juta (Jika disetahunkan menjadi $528juta. Bukan all time high revenue, tapi jelas akan lebih baik dari tahun 2020.

Sementara dari sisi net income, perusahaan biasanya membukukan margin 1%-3% kecuali tahun 2019-2020 yang justru merugi dikarenakan impairment dan loss on disposal asset.

Namun melihat ke Q2 2021, untuk sementara Net Income Margin yang dibukukan adalah 9%. Memang tahun yang spesial untuk SMDR.

Jika tetap mengambil margin 9%, maka estimasi net income untuk 2021 adalah sebesar $47juta alias PE 3x.

Valuasi saham SMDR

Untuk PE 3x adalah murah dibandingkan history tahun-tahun sebelumnya sebesar 6-10x. Untuk mencapai PE 6x saja sudah menjadi 100% dari harga saat ini di Rp 705 (08/10/2021). Tapi akankah sejauh itu? I don’t think so juga sih, karena net income 2 tahun terakhir juga merugi. Sulit menggunakan PE untuk valuasi.

valuasi saham SMDR

Melihat P/S harga sahamnya sudah lebih mahal dari yang rata-ratanya. Market telah mengapresiasi harga sahamnya lebih cepat sebelum peningkatan kinerjanya dibukukan.

Harga saham sudah naik 159% (sejak 1 tahun lalu), sementara revenue baru naik 12%.

Saya coba menggunakan Price/Operating Income setiap tahunnya dengan average 3x. Sementara untuk saat ini, sudah mencapai 4x.

Struktur modal SMDR

Dari sisi balance sheet, SMDR termasuk yang cukup sehat (bukan yang wah) bagi saya. Meskipun liabilitas > ekuitas, memang bukan tipe favorit tapi setelah dijabarkan mayoritas liabilitas adalah utang usaha yang menunjang operasional. Selama operasional berjalan lancar, utang usaha tersebut akan terus terbayar dan berulang lagi.

Sementara untuk debt nya sebesar 35% dari ekuitas yang saya anggap masih reasonable.

Untuk assetnya terdiri dari $147juta cash (23% asset), $113juta piutang (18% asset), dan $278juta aset tetap dan hak guna (45% asset). Usaha pelayaran memang tidak memerlukan banyak inventory, karena tidak ada yang dijual.

Penutup

Bagi saya, saham SMDR punya potensi untuk mendapat profit tinggi tahun ini atau bisa sampai tahun 2022. Namun harga yang sudah naik membatalkan saya untuk tertarik.

Yes, saya terlambat menemukan perusahaan ini sehingga melewatkan kesempatan yang ada. Jika ada yang tertarik, saya pikir harganya bisa tetap naik, namun tidak bisa terlalu tinggi. Sekitar Rp 750-800 adalah perkiraan saya (yang mungkin juga bisa salah).

Selanjutnya silakan lakukan research sendiri ya.

Baca juga : review saham undervalued lainnya, DPNS atau ICBP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *