Reksa Dana Pasar Uang Lebih Baik Daripada Deposito

Reksa Dana Pasar Uang dan Deposito adalah 2 instrumen investasi yang hampir setara secara imbal hasil. Sifat mereka konvensional dan berisiko rendah.

Sebelumnya kita mengerti dulu karakteristik dari kedua instrumen.

Pengertian Kedua Instrumen

Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Ada 3 komponen di dalam deposito, yaitu nilai pokok penempatan, suku bunga, dan tenor (periode penempatan).

Sebagian besar masyarakat kemungkinan menaruh investasinya dalam deposito karena merupakan produk yang konservatif dan aman.

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah reksa dana yang melakukan investasi 100% pada efek pasar uang yaitu efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun, seperti SBI, Deposito, Obligasi yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Jadi, deposito juga merupakan salah satu instrumen dalam RDPU.

Biasanya kita berinvestasi di RDPU maupun Deposito jika mempunyai tujuan investasi jangka pendek, kurang dari 1 tahun. Karena jangka waktu yang pendek, kita lebih memilih investasi yang konsisten memberikan hasil walaupun tidak terlalu tinggi.

Bagi investor Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) dan Deposito, kestabilan keuntungan menjadi lebih penting daripada tingkat keuntungan yang tinggi.

Jika ingin tahu perbedaan karakteristik masing-masing instrumen, sudah dibahas di sini.

Nah, jika ada yang mengatakan RDPU lebih menguntungkan daripada deposito, apa saja alasannya?

Kelebihan Reksa Dana Pasar Uang Daripada Deposito

1. Modal Lebih Rendah

Minimum penempatan reksa dana pasar uang adalah Rp 100 ribu. Bandingkan dengan deposito yang memerlukan modal lebih tinggi. Range minimum penempatan sekitar Rp 1 juta – 10 juta tergantung dari bank masing-masing.

2. Pencairan Lebih Fleksibel

Deposito itu instrumen yang terikat dengan jangka waktu. Jika sudah penempatan untuk periode tertentu, kita tidak bisa mencairkan sampai dengan jatuh tempo. Jika terpaksa cair, akan dikenakan denda / penalty.

Sedangkan RDPU lebih fleksibel. Dana bisa dicairkan kapanpun, tanpa denda. Prosesnya memakan waktu sekitar 2-7 hari kerja.

3. Potensi Keuntungan Lebih Tinggi

Ada beberapa alasan kenapa return RDPU lebih tinggi daripada deposito, yaitu :

– RDPU mendapat tawaran suku bunga lebih tinggi di Bank, kenapa demikian?

Reksa dana adalah kumpulan dana dari masyarakat dan dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Jadi dana kelolaan MI jelas lebih besar daripada deposito pribadi.

Semakin tinggi dana yang didepositokan, Bank akan menawarkan bunga yang lebih tinggi kepada MI.

– RDPU tidak hanya berinvestasi di deposito

MI yang mengelola RDPU tidak selalu investasi di deposito. Mereka juga bisa investasi di Obligasi yang return-nya lebih tinggi daripada deposito.

Bahkan di saat suku bunga BI turun, suku bunga deposito harus turun, biasanya harga obligasi justru naik dan bisa memberikan keuntungan lebih tinggi.

Mau coba bandingkan performance RDPU dan Deposito 5 tahun terakhir?

Data Reksa Dana Mega Dana Kas
Sumber : Bareksa

Kita ambil contoh RDPU dengan performa terbaik 5 tahun terakhir di Bareksa, Reksa Dana Mega Dana Kas. Return 5 tahun terakhir adalah 39.02% ( sekitar 7.804%/tahun ). Ini yang kita terima Nett (tanpa dipotong pajak lagi).

Untuk deposito, suku bunga mengacu pada suku bunga acuan BI ( BI 7DRRR). Jika suku bunga acuan BI turun, deposito harus mengikuti turun. Begitu juga jika naik.

Data BI Rate
Sumber : www.bi.go.id

Biasa bank akan menawarkan 1.50% lebih tinggi dari suku bunga acuan BI. Suku bunga acuan BI tertinggi dalam 5 tahun terakhir adalah 6%. Asumsi bank lokal memberikan bunga deposito 7.50%. Nett = 6% (setelah potong pajak 20%).

Apalagi saat BI 7-Day lebih kecil dari 6%, return bunga deposito juga akan turun.

Kekurangan Reksa Dana Pasar Uang Daripada Deposito

RDPU tidak menang mutlak atas Deposito. Ada beberapa kelemahan yang harus dipertimbangkan, yaitu :

1. Keuntungan Tidak Pasti

Kalau Deposito semacam kontrak terikat dengan keuntungan yang akan didapat, tidak demikian dengan RDPU. MI tidak pernah menjamin nilai keuntungan yang akan diperoleh di masa depan. Kita hanya bisa menilai dari data historis performa RDPU yang mau kita beli.

Jika di kemudian hari, kinerja produk RDPU tersebut tidak sebagus historisnya, maka itu adalah risiko yang harus kita tanggung.

Solusinya adalah tetap memantau kinerja produk yang sudah diambil setelah 6 bulan / 1 tahun untuk memutuskan apakah sudah sesuai ekspektasi atau belum.

2. Tanpa Penjamin

Sudah tahu kalau produk bank (baik tabungan / deposito) dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)? Artinya, jika bank mengalami kebangkrutan, simpananmu bisa kembali maksimal Rp 2 miliar per nasabah.

Sedangkan reksa dana tidak dijamin oleh lembaga manapun. Perusahaan reksa dana hanya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi jika perusahaan tersebut bangkrut, simpananmu belum tentu bisa kembali. Tentu dengan mekanisme panjang.

3. Salah Memilih MI

Betul, Return RDPU berpotensi lebih tinggi daripada return deposito. Jika kita memilih MI yang benar, yang performanya baik.

Bagaimana jika kita salah memilih MI? MI yang tidak kompeten, kinerja tidak baik sehingga return yang diterima tidak setinggi deposito.

Jadi harus teliti sebelum memilih produk reksa dana.

Kesimpulan

Reksa Dana Pasar Uang VS Deposito

RDPU dan deposito memiliki kelebihan masing-masing tergantung orientasi dan tujuan investasi kita. Sampai sejauh mana keuntungan dan risiko yang mau kita terima.

Kalau kamu mau tahu lebih dalam tentang reksa dana, kamu bisa klik di sini.

Atau mau tahu tentang tips awal memulai reksa dana? Boleh klik di sini.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Leave a Reply