Perbedaan Reksa Dana, Reksa Dana Indeks, dan ETF

Reksa dana, reksa dana indeks dan ETF (Exchange Traded Fund). Jika dihadapkan kepada ketiga pilihan, manakah yang akan kita pilih? Untuk memilih itu, maka kita perlu mengetahui karakteristik dan perbedaan masing-masing produk tersebut.

Pengertian dan karakteristik

1. Reksa dana

Reksa dana (Mutual Fund) adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. (BEI)

Reksa dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas.

Keuntungan reksa dana adalah:

  • Terjangkau. Reksa dana memang didesain untuk investor yang tidak memiliki modal besar. Pembelian minimum suatu produk bisa dengan Rp 10.000 saja.
  • Efisien. Jika kita tidak memiliki waktu untuk memilih produk investasi, tidak memiliki keahlian atau pengetahuan memadai, tidak perlu kuatir karena sang manager investasi (MI) yang akan bekerja untuk mengatur portofolio.
  • Diversifikasi. Dengan MI berinvestasi di berbagai macam produk, maka portofolio kita otomatis akan terdiversifikasi. Diversifikasi baik dalam investasi untuk mengurangi risiko.

Namun yang belum banyak orang sadari, reksa dana memerlukan MI untuk beroperasi. MI adalah orang-orang profesional yang ahli dalam bidang investasi. Itu artinya investasi kita dikelola secara aktif (active management) sehingga akan ada management fee yang harus dibayarkan ke MI selama mereka mengelola dana kita.

Berapa management fee yang investor tanggung? Kisaran 2%-4%/tahun. Kita bisa cek sendiri di fund fact sheet setiap produk.

Asumsi kita investasikan Rp 10juta dalam 1 produk, maka otomatis 2.50% (Rp 250.000)/tahun. Mahal? Relatif.

Cukup diingat, management fee akan tetap dibayar apapun kondisi kinerja portofolionya. Jika untung besar, maka management fee jelas bukan masalah berarti. Namun jika seperti tahun 2020, yang seluruh produk reksa dana saham amblas menjadi minus, management fee jelas menambah beban dalam investasi kita.

Detail reksa dana bisa dibaca di post ini.

2. Reksa dana indeks

Maka muncul reksa dana jenis baru yaitu reksa dana indeks.

Reksa Dana Indeks (Index fund) adalah Reksa Dana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks obligasi maupun indeks saham.

Indeks yang menjadi acuan bisa banyak pilihan, seperti:

  • LQ45 : indeks 45 saham terlikuid dan kapitalisasi besar di bursa.
  • IDX30 : mirip dengan indeks LQ45 namun dengan jumlah lebih kecil, 30 saham acuan.
  • Sri Kehati : indeks berisi 25 saham memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik (Sustainable and Responsible Investment = SRI). Biasa tidak ada saham batu bara di dalamnya.

Jadi, 1x pembelian kita (top up) di produk reksa dana indeks, akan diinvestasikan ke seluruh saham dalam indeks acuan tersebut.

Dengan mengetahui saham yang akan dibeli, maka reksa dana indeks tidak memerlukan tenaga ahli untuk menganalisa, memutuskan dan mengelola portofolio. Jadi management fee dalam reksa dana dapat berkurang drastis di reksa dana indeks. Namanya passive management.

Mari kita cek salah satu reksa dana indeks yang ada. Contoh Avrist Indeks IDX30, management fee maksimum 1%.

fund fact sheet reksa dana indeks Avrist IDX30
Kenapa management fee reksa dana indeks lebih murah dari pada reksa dana?

Reksa dana memakai MI yang ahli untuk menganalisis saham,obligasi mana untuk diinvestasikan.
Sementara reksa dana indeks tidak memerlukan keahlian khusus. Tugas MI hanya membagi dana sesuai indeks acuan.
.

Cara membedakan reksa dana indeks?

Dalam setiap produk reksa dana indeks, pasti tercantum kata “indeks / index fund
daftar reksa dana indeks

3. ETF

Exchange Traded Fund (ETF) adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek. ETF merupakan kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya dicatat dan diperdagangkan di bursa efek seperti halnya saham. (Wikipedia)

Jadi ETF itu sama persis dengan reksa dana indeks. 1 perbedaannya adalah ETF bisa diperdagangkan di bursa, bisa jual/beli dan harganya bisa naik/turun.

Berikut contoh beberapa ETF yang sudah terdaftar. Ada tercantum kata “ETF”, jenis kategori Saham, dan biasa kodenya dimulai dengan huruf “X”.

contoh daftar etf

Mana yang lebih baik? Reksa dana, reksa dana indeks atau ETF?

Seperti biasa saya katakan, setiap produk punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilih yang cocok dengan diri sendiri.

  • Kalau menurutmu kinerja reksa dana bisa mendapat return yang lebih tinggi dari pada reksa dana indeks atau ETF, meskipun harus menanggung management fee lebih tinggi, maka Reksa Dana bisa jadi pilihan yang tepat.
  • Atau kalau kamu mau reksa dana indeks karena management fee yang lebih rendah dan kinerja indeks acuannya sudah cukup memenuhi ekspektasimu, silakan.
  • Atau malah kamu mau memiliki reksa dana indeks yang bisa diperdagangkan di bursa? Silakan memilih ETF.

Oh ya, 1 pertimbangan bagi yang mau memilih ETF di Indonesia. ETF ini masih tergolong baru di Indonesia, jadi peminatnya masih sedikit. Artinya pasar belum ramai dan transaksi jual/beli masih sedikit. Dana kamu menjadi tidak likuid di pasar.

transaksi ETF XIID

Ini contoh transaksi XIID (ETF Index IDX30), selama 01/01/20-04/07/20, hanya ada 3 transaksi saja. Jadi pastikan dana ETF adalah dana super dingin, yang tidak akan dipakai dalam waktu panjang sekali.

Kalau mau beli reksa dana dan reksa dana indeks, bisa beli di agen penjual reksa dana online. Saya pernah review 2 platform pembelian reksa dana, yaitu Bareksa dan Bibit, silakan dibaca.

Untuk ETF, bisa beli di sekuritas saham.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Leave a Reply