Hati-hati Pajak P2P Lending

CPajak P2P Lending

Untuk yang sudah atau ingin masuk dalam investasi P2P Lending, coba pertimbangkan faktor perpajakannya. Pajak P2P Lending memang berbeda dengan pajak untuk penghasilan dari investasi lainnya. Jadi mulai hitung-hitung.

Dasar pajak P2P Lending

Mulai di titik awal ini, kita samakan persepsi dulu kalau semua yang berpenghasilan wajib membayar pajak. Betul?

Maka jika kita mau investasi di P2P Lending, maka akan mendapatkan penghasilan dalam bentuk bunga. Bunga tersebut yang akan menjadi objek pajak yang harus disetor ke negara.

Hanya saja berapa yang harus dibayar?

Siapa yang akan mengurusnya karena ada 3 pihak dalam proses P2P Lending?

Tarif Pajak P2P Lending

Hingga saat ini sebenarnya belum ada peraturan pajak mengenai tarif P2P Lending atau fintech lain. Oleh sebab itu, hingga saat ini tarif pajak P2P Lending disamakan dengan proses pendapatan bunga dari pinjaman konvensional lainnya.

Kita kan sebagai orang pribadi yang karyawan setiap tahun akan lapor SPT Tahunan. Hitungnya pakai PPh 21 ya. Tarifnya ada di bawah ini.

PKP*Tarif
0 – 50.000.0005%
50.000.000 – 250.000.00015%
250.000.000 – 500.000.00025%
> 500.000.00030%
*PKP = Penghasilan Kena Pajak setahun

Jadi makin tinggi penghasilan kita, kena tarif pajak makin besar. Itu disebutnya pajak progresif.

Jadi walaupun kita sudah dipotong PPh 21 setiap bulan oleh kantor kita, maka di akhir tahun kita harus menambahkan penghasilan kita dari P2P lending juga. Dari situ akan dihitung kembali pajak tambahan yang harus dibayar ke negara.

Belajar mengenai pajak, bisa cek ke website DJP Pajak.

Jika sudah dipotong saat terima bunga?

Ada beberapa platform yang memberikan pinjaman ke perusahaan. Nah si Perusahaan (borrower) boleh memotong pajak atas bunga yang dibayarkan sebelum diberikan ke lender. Tarifnya 15% non final memakai PPh 23.

Potongan pajak tersebut nantinya akan disetor ke negara dan dibuatkan Bukti Potong. Kita bisa pakai Bukti Potong ini juga sebagai bukti kalau sudah disetor ke negara.

Cara lapor P2P Lending dalam SPT bisa dilihat di sini.

Karena hanya dipotong 15%, jika kamu termasuk dalam PKP di atas 250 juta setahun, maka tarifnya mengikuti PPh 21. Ada kekurangan pajak yang harus dibayar oleh kamu pribadi.

Bandingkan dengan pajak instrumen lain

Berinvestasi dalam P2P lending memang harus memperhitungkan faktor pajak karena instrumen ini termasuk salah satu yang dikenakan pajak tertinggi.

Untuk perbandingan, kita pakai yang sama-sama sistemnya memberi pinjaman.

Jika kita memberi pinjaman ke bank dalam bentuk tabungan dan deposito, bunga kita akan dipotong 20%.

Memberi pinjaman ke pemerintah dalam bentuk obligasi atau SBN Ritel, kupon kita akan dipotong 15%.

Untuk orang pribadi yang berpenghasilan di atas 250 juta setahun, coba hitung-hitung, berapa bunga nett yang akan diterima jika sudah dipotong pajak. Apakah sebanding dengan deposito atau obligasi?

Masih perlu regulasi tambahan

Karena P2P Lending terhitung masih baru di Indonesia, jadi maklum kalau belum terlalu lengkap seperti peraturan perbankan. Ada celah dalam pajak P2P tersebut.

Sementara tidak semua investor memiliki kesadaran untuk melaporkan dan membayar pajak.

Jika deposito di bank, bank akan memotong pajak atas bunga saat pembayaran bunga. Investor hanya terima nett saja.

Bagaimana dengan P2P? Siapa yang harus memotong pajak? Si peminjam atau platform?

Jika borrower yang wajib memotong pajak, bagaimana dengan mereka yang meminjam secara perorangan? Yang mungkin kemampuan administrasi pajak tidak sebaik korporasi.

Jika si platform, sebetulnya mereka tidak berhak memotong karena bukan mereka yang menerima pinjaman dan membayar bunga. Platform hanya sebagai perantara saja.

Penutup

Mengembangkan dana melalui instrumen P2P Lending memang boleh, namun perlu mempertimbangkan beberapa faktor, baik dari imbal hasil, risiko, platform, hingga pajak.

Semakin tinggi penghasilan kita, semakin tinggi tarif yang pajak P2P kita. Jadi hitung benar-benar.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Leave a Reply