JENIS INVESTASI DAN IMBAL HASIL UNTUK PEMULA

Dalam post sebelumnya, saya sudah membahas cara mengatur keuangan pribadi dan investasi merupakan salah satu caranya. Jadi di post kali ini, saya mau membahas tentang investasi beserta jenis investasi yang bisa kita pilih.

Di jaman sekarang ini, banyak banget orang yang bicara tentang investasi. Investasi bukan lagi hal yang asing dan masing-masing orang pasti punya pengertian sendiri tentang investasi. Apa itu investasi?

Pengertian Investasi

Secara Kamus Besar Bahasa Indonesia, Investasi adalah Penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Inti singkatnya sih, kita memanfaatkan harta yang kita miliki saat ini untuk dikembangkan supaya menghasilkan keuntungan di masa depan. Menabung bukan termasuk bagian dari investasi ya. Kenapa?

Karena kalau menabung, kamu simpan 100, akan kembali ke kamu 100 juga. Tapi kalau kamu investasikan, bisa berkembang lebih dari 100 di masa depan.

Alasan Investasi

Banyak alasan kenapa kita harus mulai berinvestasi dari sekarang, di antaranya adalah:

1. Inflasi

Ini hal paling basic alasan untuk mulai berinvestasi. Buat yang belum tau, inflasi itu peningkatan harga dari waktu ke waktu.

Sering dengar ibu-ibu bilang harga sayur sekarang naik dan mahal, ga semurah dulu? Dulu ke pasar bawa uang 50 ribu bisa buat belanja bahan makanan 1 minggu, sekarang hanya bisa untuk 1 hari saja. Di kemudian hari, bisa jadi 50 ribu ga cukup buat belanja bahan makanan malah. Karena nilai uang kita menjadi semakin kecil.

Sementara itu apa penghasilan kita bisa mengikuti inflasi? Inflasi setiap tahun berbeda-beda, tapi selama 10 tahun terakhir, rata-rata inflasi 3%-10% per tahun. Nah, apakah penghasilan kamu, terutama yang bekerja, bisa naik gaji mengikuti besaran inflasi tersebut?

2. Menciptakan Sumber Penghasilan Baru

Kalau kamu ga yakin penghasilan kamu bisa naik setiap tahunnya sesuai besaran inflasi itu, maka saatnya untuk berpikir mencari penghasilan tambahan bukan. Tapi buat yang sudah bekerja 5-6hari/minggu, 8jam/hari, sepertinya akan sulit untuk mencari penghasilan tambahan dengan bekerja. Maka investasi bisa jadi salah satu cara untuk menciptakan sumber penghasilan yang baru.

3. Mencapai Tujuan Keuangan

Semua orang pasti ga mau hidupnya begini-begini aja. Kita selalu mencari cara untuk mencari kehidupan lebih baik. Misalkan kamu mau ganti HP tahun depan, atau mau beli motor 3 tahun lagi, atau bahkan mau beli rumah 10 tahun lagi. Itu namanya tujuan keuangan kamu. Untuk mencapainya, mulai investasi dari sekarang.

Bayangkan saja, kalau penghasilan kamu 5juta/bulan. Sementara kamu mau beli rumah 10 tahun dari sekarang. Kalau gaji kamu 5 juta (ga pakai makan dan kebutuhan deh) x 12 bulan x 10 tahun, kamu akan menghasilkan 600 juta. 600 juta mungkin bisa beli rumah saat ini, tapi kembali lagi ke inflasi. 10 tahun kemudian, harga rumah sudah naik dan bukan 600 juta lagi.

4. Pensiun

Kita bekerja pasti ada masanya. Berapa sih usia produktif kita? Bisa jadi 40 tahun, atau kalau beruntung, bisa mencapai 50 tahun. Setelah itu kita ingin pensiun dan mulai menikmati masa tua bersama keluarga tanpa harus bekerja keras lagi. Lalu bagaimana menghidupi masa tua kita sementara kita sudah tidak bekerja?

5. Mengembangkan Kekayaan

Nah yang ini alasannya hampir sama dengan tujuan keuangan. Kita pasti ingin mengembangkan kekayaan yang sudah ada. Hari ini net worth kita 20 juta, Tahun depan kita mau punya net worth sampai dengan 40 juta dan seterusnya. Namanya juga manusia, pasti ingin bertumbuh dan berkembang.

6. Kebebasan Finansial

Kalau ini, sudah jadi level tertinggi dalam keuangan. Hidup kita bukan lagi untuk bekerja mencari uang, tapi membuat uang yang bekerja untuk kita. Untuk membiayai kehidupan, travelling, mengembangkan bisnis sudah bukan lagi jadi masalah karena harta kita sudah mencukupi.

Risiko Investasi

Risiko Investasi
Image: Selalu ada risiko di tiap investasi

Kalau saat ini sudah menetapkan diri untuk mulai berinvestasi, saatnya mengerti lebih dalam tentang investasi. Investasi memang terkenal dengan imbal hasil / return yang tinggi. Tapi imbal hasil juga berbanding lurus dengan risiko yang harus diambil. Apa saja risiko yang bisa terjadi dalam investasi?

A. Nilai investasi berkurang, alias rugi

Sebelum masuk ke dalam dunia investasi, kamu harus mengerti 1 hal, yaitu ga ada yang bisa menjamin investasimu berhasil dan mendapat keuntungan. Kalau ada kemungkinan untuk untung, pasti juga ada kemungkinan untuk rugi.

B. Risiko likuiditas

Asset paling likuid adalah cash atau tabungan di bank. Saat kamu memutuskan untuk menyisihkan cash atau tabunganmu ke investasi, itu artinya ada risiko likuiditas yang harus ditanggung. Artinya, kamu ga bisa tiba-tiba memakai dana investasi kamu untuk keperluan mendadak seperti kamu pakai dana di tabungan kamu. Perlu waktu untuk mengubah kembali bentuk investasi menjadi cash kemudian baru kamu bisa gunakan.

C. Penipuan

Ini adalah risiko paling parah. Sebelum berinvestasi, pastikan kamu sudah mempelajari dan mengerti instrumen investasi tersebut. Karena sekarang marak adanya penipuan, penggelapan uang, investasi bodong yang memakai kedok investasi. Jika kamu terjerat dalam penipuan, hampir bisa dipastikan kalau nilai yang kamu investasikan akan hilang oleh orang yang ga bertanggung jawab. So be careful yaa.

Modal Yang Perlu Disiapkan Untuk Investasi

Berapa modal yang perlu disiapkan untuk memulai investasi? Mungkin saat ini masih ada yang takut mulai berinvestasi karena takut belum cukup modal. Skala orang berinvestasi memang berbeda-beda, jadi saya tidak bisa menentukan berapa yang harus kamu sisihkan. Tapi saya mau bilang kalau jaman sekarang, modal terkecil yang perlu disiapkan cukup Rp 100 ribu saja.

Meskipun bisa dimulai dengan modal kecil, namun perlu konsistensi. Investasi secara rutin itu penting. Bukan satu kali transaksi saja.

Jenis Investasi dan Imbal Hasilnya

Nah, sekarang kita bahas secara singkat jenis-jenis investasi. Kamu bisa nilai sendiri, investasi mana yang cocok dengan tipe kamu.

Baca juga : Quotes Warren Buffett Dalam Hal Keuangan

1. Emas Atau Logam Mulia

Secara jangka panjang, emas bisa dijadikan investasi yang menguntungkan karena harganya cenderung naik. Tapi ya ga bisa langsung, harus tunggu beberapa tahun baru bisa untung.

Cara investasinya juga bermacam-macam. Ada yang klasik, dengan membeli emas batangan atau perhiasan emas. Ada juga yang membeli sertifikat atau secara online saja, sehingga tidak pegang fisiknya.

Modalnya lumayan, untuk beli 1 gram emas (tahun 2019), memerlukan sekitar Rp 660 ribu/gram emas.

Grafik Harga Emas 10 tahun terakhir
Image: Grafik Harga Emas (IDR/gram). Source : goldprice.org

Berikut ini grafik harga emas (Antam) selama 10 tahun terakhir. Jadi bisa dilihat kalau return untuk emas selama 10 tahun adalah sekitar 10%/tahun.

Menarik investasi di emas? Namun tidak ada yang dapat memprediksi harga emas mendatang akan naik atau turun. Investasi emas baik dilakukan jika dengan tujuan jangka panjang, sekitar 5 tahun ke atas.

2. Deposito

Deposito itu ga sama dengan tabungan. Walaupun keduanya adalah produk dari bank.

Beberapa aspek dalam deposito adalah : Nominal Penempatan (Modal kita), Tenor (berapa jangka waktunya) dan Rate Bunganya.

Berbeda dengan tabungan yang bisa diambil kapanpun, uang dalam deposito hanya bisa dicairkan sesuai tenor yang sudah disetujui di awal penempatan. Kalaupun kita mendadak harus mencairkan sebelum jatuh tempo, biasanya akan dikenakan denda dan endingnya malah rugi.

Untuk modalnya berbeda-beda dari setiap bank, tapi setahu saya yang minimum untuk penempatan saat ini adalah 8 juta rupiah. Agak mahal? Memang.

Lalu berapa suku bunganya? Sekitar 6% – 8%/tahun dan dikenakan pajak final 20%.

3. SBN (Surat Berharga Negara)

SBN ini adalah keluaran Negara Indonesia, jadi sudah terjamin aman dan ga akan kolaps. Ada berbagai macam jenis SBN, antara lain : SR, SBR, ST. Bingung membedakannya? Nanti akan kita bahas lebih detail mengenai SBN ya.

Modal minimum untuk investasi SBN adalah Rp 1juta. Tapi jangka waktunya lebih dari 1 tahun. Returnnya bisa sekitar 7%-9% dengan potongan pajak final 15%.

Nilai plus lainnya adalah kita tidak hanya mendapat keuntungan melalui investasi ini, tetapi juga turut berpartisipasi membangun negeri dengan memberikan pinjaman kepada negara untuk membiayai rencana pembangunan.

4. Reksadana

Jenis Reksadana
Image : Jenis Reksadana

Ini investasi yang semakin marak di jaman sekarang. Modal minimumnya hanya Rp 100 ribu jadi siapapun yang berniat, bisa dengan mudah untuk registrasi, dan bisa dilakukan secara online.

Singkatnya adalah kita menaruh uang kita ke Manager Investasi (MI) yang kemudian akan diolah ke dalam pasar uang dan saham untuk memberikan keuntungan bagi kita.

Jenis-jenis reksadana dibagi menjadi 4, yaitu:

  • Reksadana Pasar Uang
  • Reksadana Pendapatan Tetap
  • Reksadana Campuran
  • Reksadana Saham

Returnnya beragam tergantung jenis reksadana dan kinerja Manager Investasi. Yang bisa kita nilai sebelum membeli reksadana adalah historis data. Jadi ga ada yang bisa menjamin berapa keuntungan yang bisa didapat, alias keuntungannya tidak pasti dan hanya berupa prediksi.

Kita harus cermat dalam membeli reksadana juga, dilihat dari Manager Investasi dan jenis reksadana yang mau kita beli. Jika kita punya planning jangka pendek, jangan beli reksadana saham yang baru akan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Akhirnya akan salah berinvestasi.

5. Peer To Peer Lending

Peer To Peer Lending
Image: Investasi Peer To Peer Lending

Ini juga investasi yang sedang naik daun berbasis Fintech. Penjelasan simple nya adalah kita memberikan pinjaman kepada perusahaan yang membutuhkan.

Kira-kira simulasinya adalah seperti berikut:

Kita menaruhkan uang di Platform P2P Lending – Mereka mengumpulkan dana dari masyarakat – kemudian dananya disalurkan ke Peminjam (Borrower).

Sebelum memberi pinjaman, kita harus cermati Perusahaan Penyedia P2P Lending, Perusahaan Peminjam (Borrower), Suku Bunga Pinjaman yang ditawarkan dan Jangka Waktu Peminjaman.

Modalnya mulai dari Rp 100 ribu juga ada. Dan return nya cukup menggiurkan, dari 10% – 20% tergantung tingkat risikonya dengan potongan pajak non final 15%.

Aman? Ini bukan hal yang mutlak dalam P2P Lending. Kita harus cari Perusahaan Penyedia P2P yang sudah terdaftar dalam OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Perusahaan Peminjam (Borrower) juga pastinya sudah dinilai dan diseleksi oleh Penyedia P2P, tapi tetap saja ada kemungkinan risiko Borrower tidak sanggup membayar pinjaman. Dan risiko ini ditanggung oleh kita sebagai Investor.

Point-point selanjutnya adalah jenis investasi yang level kesulitannya lebih tinggi daripada pilihan-pilihan sebelumnya. Dibutuhkan pengalaman dan konsistensi dalam berinvestasi.

6. Forex (Foreign Exchange)

Ini salah satu investasi yang tidak saya tekuni karena butuh modal dan risiko yang cukup tinggi. Berinvestasi dalam Mata Uang lain, membeli di saat harga murah dan menjualnya di saat harga naik. Kedengarannya simple bukan? Kenyataannya tidaklah demikian.

Memantau harga valuta asing harus konsisten dan nilainya sangat fluktuatif. Tidak bisa diprediksi terutama berhubungan dengan situasi global di dunia.

Modalnya cukup besar. Sebagai contoh, sebutlah kita membeli Valas USD.

Jika kita beli USD 100 di harga Rp 14.000, maka kita butuh modal Rp 1.400.000.

Dan kita jual di harga Rp 14.500, maka kita akan untuk USD 100 x (14.500-14.000) = Rp 50.000.

Keuntungannya tidak terlalu besar bukan, sementara mungkin kita harus menunggu dalam beberapa bulan untuk mencapai level kurs yang kita inginkan.

Jika mau meraup untung besar, modalnya juga harus besar, tapi risiko juga tinggi. Untuk pemula, investasi ini sepertinya tidak terlalu cocok.

7. Saham

Saham dan Obligasi adalah dua hal yang berbeda. Membeli saham seperti membeli sebagian dari perusahaan tersebut. Keuntungan kita bisa didapat dari dividen dan penjualan saat harga saham naik.

Modalnya bisa dimulai dari Rp 100 ribu, tetapi pembelian saham diwajibkan per lot.

1 lot = 100 lembar saham.

Misal harga saham = Rp 2.000/lembar.

Maka kita beli = Rp 2.000/lembar x 100 lembar = Rp 200.000/lot adalah minimum pembelian kita.

High return, high risk.. Dalam pasar saham, ini benar-benar terjadi.

Ada kalanya dalam 1 minggu harga saham naik berkali lipat, namun bisa juga turun drastis. Semua hal bisa terjadi dalam pasar saham. Oleh sebab itu, untuk masuk dalam investasi saham, diperlukan kajian atau analisis.

Ada 2 jenis analisis, yaitu fundamental dan teknikal. Bedanya akan kita bahas di post selanjutnya. Intinya untuk investasi saham, modal dan mental kita harus kuat. Tidak bisa panik mendadak hanya karena harga naik/turun drastis dalam jangka pendek.

8. Obligasi

Obligasi adalah Surat Utang, baik diterbitkan oleh Pemerintah maupun Perusahaan. Keuntungan kita dapat dari bunga pinjaman (disebut kupon) dan penjualan saat harga Obligasi naik.

Rate kupon Obligasi biasanya lebih tinggi dari bunga deposito, dan lebih rendah dari suku bunga pinjaman bank. Jadi sekitar 7%-10% dipotong pajak 15% Final

Jangka waktunya juga Panjang, lebih dari 1 tahun.

Untuk Obligasi Pemerintah, seperti ORI adalah Obligasi yang aman karena dijamin oleh pemerintah. Sementara untuk Obligasi Perusahaan, harus ditinjau dulu perusahaan yang akan kita beli.

9. Properti

Siapa yang setuju dengan anggapan harga properti akan selalu naik? Itu sebabnya properti menjadi investasi yang menggiurkan. Tapi memulai investasi berjenis properti tidak mudah.

Investasi properti perlu modal yang besar. Meninjau lokasi juga jadi hal yang penting dalam investasi.

Adakalanya membeli properti yang salah justru dapat sangat merugikan, karena properti tersebut menjadi tidak laku di pasaran.

Nah untuk return nya, investasi ini tidak bisa diprediksi. Bisa jadi sangat besar hingga 100% atau bahkan 300% jika tepat dalam membeli.

Sekian penjelasan awal mengenai dunia investasi. Di bawah ini adalah ringkasan dari jenis-jenis investasi yang dapat kita pilih.

Jenis Investasi dan Imbal Hasil
Image : Jenis-Jenis Investasi dan Return nya

Semoga dapat bermanfaat ya. MG

QUOTES WARREN BUFFETT DALAM HAL KEUANGAN

Kali ini saya mau share beberapa quotes dari seorang Warren Buffett.

Siapakah Warren Buffett? Buat yang belum kenal, ini dia sedikit cerita tentang Warren Buffet. Dia adalah salah satu investor dan pengusaha tersukses di dunia. Berkat kecemerlangannya di dalam investasi, Forbes menobatkannya sebagai orang terkaya ketiga di dunia tahun 2019, setelah Jeff Bezos dan Bill Gates. Banyak hal yang bisa kita pelajari darinya terutama dalam hal keuangan.

Mengenai Penghasilan

Never depend on a single income. Make investment to create a second source.

Jangan bergantung hanya pada satu sumber penghasilan. Mulai investasi atau usaha baru untuk membuat sumber penghasilan lainnya. Jika dimulai sejak dini, kamu bisa jadi Warren Buffett selanjutnya lho.

Mengenai Pengeluaran

If you buy things you do not need, soon you will have to sell things you need.

Kalau kita selalu membeli barang-barang yang kita tidak perlukan, sebenarnya kita hanya menghamburkan uang saja. Kalau kita tidak mengantisipasi mulai sekarang, nantinya kita harus menjual apa yang kita anggap penting.

Price is what you pay. Value is what you get.

Kita belajar membedakan antara harga dengan nilai suatu barang. Harga adalah hal yang kita bayar, namun nilai adalah hal yang kita dapatkan.

Contohnya jika ada 2 barang. Harga A lebih murah dari B, tapi B lebih bermanfaat daripada A.

Secara value, kita akan memilih barang B walaupun harganya lebih mahal karena dapat memberikan manfaat lebih.

Mengenai Tabungan

Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving.

Di post 7 CARA MENGATUR KEUANGAN PRIBADI sudah pernah disinggung nih mengenai hal ini. Supaya kita menabung dulu sebagian penghasilan, sisanya baru bisa dikonsumsikan. Jika menabung di akhir, kemungkinan sisanya akan sedikit atau malah tidak ada yang tersisa untuk ditabung.

Mengenai Investasi

Do not put all the eggs in one basket.

Jangan berinvestasi hanya pada satu jenis saja. Kita harus belajar diversifikasi investasi, membagi-bagi investasi ke berbagai jenis. Tujuannya supaya mengurangi resiko kehilangan semua uang jika diinvestasikan dalam satu sumber saja.

The most important investment you can make is in yourself.

Investasi ga cuma soal benda, tapi juga diri sendiri. Kembangkan talenta, wawasan, dan pengetahuan diri sendiri bisa jadi investasi terbesar dalam hidup kita. Ilmu itu bernilai tinggi karena dapat kita pakai seterusnya.

Mengenai Risiko

Never test the depth of the river with both the feet.

Hampir sama dengan hal investasi. Artinya, jika kita belum mengetahui dengan baik sesuatu hal, jangan mengambil risiko dengan mencobanya dengan segala yang dimiliki. Hal ini beresiko besar mengalami kegagalan.

Mengenai Ekspektasi

Honesty is a very expensive gift. Do not expect it from cheap people.

Nah ini sih jleb banget. Kejujuran adalah hal yang sangat mahal. Jangan berharap kejujuran dari orang yang murah. Di jaman sekarang, makin sulit mencari orang yang jujur. Kejujuran sudah seperti hal yang langka didapatkan.

Dan masih banyak lagi ajaran dari beliau. Bagaimana tidak, Warren Buffett terkenal sebagai orang yang berwawasan luas karena gemar membaca. Semoga bermanfaat untuk kalian. -MG

Best Quotes of Warren Buffett
Image 002. Best Quotes of Warren Buffett (Source: Canva)

7 CARA MENGATUR KEUANGAN PRIBADI

Mengatur Keuangan itu penting ga sih? Buat saya, selama kita hidup masih memakai uang, mengatur keuangan adalah hal yang penting. Oleh sebab itu, saya mau berbagi bagaimana cara mengelola keuangan pribadi. Berikut ini adalah 7 cara mengatur keuangan pribadi.

Sering banget kita dengar kalau gaji setiap bulan hanya “numpang lewat” untuk membayar hutang, cicilan, biaya hidup atau bahkan sampai tidak mencukupi seluruh kebutuhan. Jadi, yuk kita sama-sama belajar bagaimana cara mengatur keuangan pribadi menjadi lebih baik.

Manfaat Dari Mengatur Keuangan Pribadi

Pasti banyak manfaat yang bisa kita dapat dari mengatur keuangan pribadi. Beberapa manfaatnya antara lain:

  1. HIdup Jadi Lebih Teratur, karena kita sudah tahu akan kemana uang yang kita punya.
  2. Hidup Jadi Lebih Tenang Karena Kondisi Stabil. Ga perlu lagi nih bingung harus cari uang kemana kalau di tengah bulan habis.
  3. Tidak Bangkrut. Wah, ini yang harus banget dihindari. Jika sudah berusaha bekerja keras, jangan sampai penghasilan kita menghilang dan tidak memberi manfaat.
  4. Bisa Merencanakan Masa Depan. Bagaimanapun kondisi keuangan saat ini, semua orang pasti ingin melihat dirinya di masa depan jauh lebih baik bukan.
  5. Persiapan Untuk Kebutuhan Tidak Terduga. Karena masa depan juga adalah hal yang tidak bisa ditebak, maka seharusnya kita belajar mempersiapkan diri dari sekarang. Jadi kita tidak kaget jika ada kebutuhan mendesak.

Awalnya mungkin kita mengira kalau mengatur keuangan adalah hal yang rumit dan sulit. Tapi setelah dijalani, ga sesulit yang dibayangkan kok.

Berikut langkah-langkah yang bisa dicoba untuk mengatur keuangan. Saya mengerti tidak semua cara bisa berlaku sama bagi semua orang, jadi cara ini bukan paten wajib dilakukan. Mungkin ada yang mempunyai cara berbeda untuk mengatur sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing.

1. Financial Check-Up Sebagai Langkah Awal Dalam Mengatur Keuangan Pribadi

Ga hanya kesehatan yang perlu check-up, keuangan pribadi kita juga perlu dicek. Apakah sehat atau tidak. Kita perlu memahami dulu kondisi keuangan kita dengan baik untuk bisa menentukan jalan ke depannya. Tapi caranya gimana?

Catat semua penghasilan dan pengeluaran kita selama sebulan. Lebih detail lebih baik. Kadang kita ga sadar kan, biaya makan di luar saja bisa jadi besar jika diakumulasi selama sebulan.

Kamu bisa mulai mencatat seluruh transaksi selama sebulan untuk melihat kondisi keuangan kamu. Apa keuangan kamu masih harus diperbaiki atau sudah bisa dikembangkan?

Biasanya template-nya digabung dengan Budgeting (point no 3) supaya dapat dibandingkan antara ideal dengan aktual nya.

Untuk memudahkan, kamu bisa download simple template nya di point no 3.

2. Meninjau Ulang Asset / Harta Yang Dimiliki

Kita juga perlu nih mencatat harta kita setidaknya 1x dalam setahun. Jadi kita tahu ada berapa banyak asset kita, apakah sudah kita maintain atau kembangkan? Kita juga perlu catatan ini setidaknya untuk pelaporan pajak tahunan bukan.

3. Budgeting Adalah Hal Terpenting Dalam Mengatur Keuangan Pribadi

Budgeting Adalah Hal Terpenting Dalam Mengatur Keuangan Pribadi
Image. Budgeting Rule 50/20/30

Wah uda mulai sulit nih haha..

Ga usah kuatir, kita bisa buat anggaran pribadi yang simple saja. Bukan seperti anggaran perusahaan. Kalau kesulitan, bisa download formatnya di sini ya.

Intinya adalah sejak awal seharusnya kita sudah membagi akan kemana uang penghasilan kita setiap bulannya. Saya bisa sarankan menggunakan metode 20/50/30 untuk mengatur anggaran.

  • 20% dari penghasilan untuk saving dan dana darurat. Ini dana yang kita pakai untuk ditabung atau diinvestasikan.
  • 50% dari penghasilan untuk kebutuhan kita yang penting. Inget ya, kebutuhan itu tidak sama dengan keinginan kita. Kebutuhan adalah biaya yang wajib kita keluarkan karena kita memerlukannya, sedangkan keinginan kita ga pernah ada habisnya. Contoh kebutuhan adalah biaya rumah tangga, transport, makan.
  • 30% dari penghasilan boleh untuk gaya hidup dan hobi. Nah, ini post yang paling sulit untuk dikendalikan biasanya. Sering jalan-jalan ke mall? Hunting barang-barang yang berhubungan dengan hobi? Belanja saat sale? Makan di restoran mahal setiap hari? Harus kita batasi, supaya ga kebablasan setiap bulan.

Proporsi ini adalah yang standard dipakai, tapi kamu selalu bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan kamu. Jadi kita harus pintar-pintar mengaturnya supaya bisa bertumbuh setiap bulannya.

Kalau sudah buat budgeting, kita harus komitmen menjalaninya. Kadang harus mengubah gaya hidup kita juga nih. Mungkin dari yang boros menjadi lebih hemat. Itu gunanya budgeting kan, untuk mengontrol keuangan supaya kita ga dirugikan kemudian hari.

4. Selalu Sisihkan Tabungan dan Dana Darurat di Muka

Saya ingat nasehat dari Warren Buffet mengenai tabungan. “Jangan menabung apa yang tersisa setelah pengeluaran, tetapi lakukan pengeluaran dari apa yang tersisa setelah menabung.”

Baca juga : Quotes Warren Buffett Dalam Hal Keuangan

Sekarang kamu ngerti kan kenapa saya menganjurkan untuk mengatur anggaran dimulai dari 20% saving dulu. Karena biasanya kalau menabung dari yang tersisa setelah pengeluaran, kita kemungkinan besar hanya menabung sedikit atau malah tidak ada. Menabung itu penting, jadi usahakan anggarkan sebelum kita mengalokasikan untuk pengeluaran lain.

Jika tidak bisa langsung 20%, bisa dimulai dari 10% dulu dan lama kelamaan ditingkatkan sesuai kemampuan.

5. Pangkas Biaya Sebisa Mungkin

Dulu saya sering sekali ngopi cantik di kafe, makan di restoran baru untuk sekedar ingin mencoba tempat baru. Bukan tidak boleh sih, tapi sebaiknya dikurangi dan dibatasi. Misalnya hanya 2x dalam sebulan.

Kalau uangnya bisa ditabung, sebaiknya mengurangi biaya yang tidak terlalu penting. Karena biaya tersebut keluar saat ini dan memberikan kepuasaan saat ini, tetapi tidak bisa memberikan benefit / manfaat di kemudian hari.

6. Jangan Berhutang atau Bayar Cicilan Hutang Tepat Waktu

Jika memungkinkan, semaksimal mungkin usahakan untuk tidak berhutang. Kurangi penggunaan kartu kredit atau KTA (Kredit Tanpa Agunan) karena bunganya yang dibebankan sangat tinggi.

Jika memiliki hutang, bayarlah tepat waktu ya. Kita akan sangat dirugikan kalau harus membayar denda dan bunganya karena menunggak. Tidak berhutang juga salah satu cara investasi dalam keuangan lho.

7. Mulai Investasi

Kalau kondisi keuangan kita sudah stabil dan teratur, ada dana lebih di tabungan,, boleh banget nih untuk mulai berinvestasi. Mulai dari berapa sih? Bahkan 100 ribu pun kita sudah bisa mulai investasi lho. Tapi jenis investasi itu berbeda-beda. Pilih yang tepat untuk diri sendiri. Kita akan bahas di post lain ya.

Investasi itu kita lakukan hari ini, bukan untuk mendapat benefit saat ini juga ya. Harus sabar untuk mendapat manfaatnya di masa depan.

Sekian sharing saya kali ini. Kira-kira kamu sudah berencana untuk mengatur keuangan kamu? Kalau ada pertanyaan atau masukan, boleh comment atau contact saya via email. Kita ketemu lagi di post selanjutnya. Semoga bermanfaat untuk kalian. -MG

All Around Finance Blog