Cara Lapor Pajak Untuk Reksa Dana

Lapor Pajak Reksa Dana

Bagi kamu yang sudah atau berencana memiliki investasi reksa dana, namun masih bingung bagaimana cara lapor pajak terkait reksa dana dalam SPT Tahunan Pribadi, boleh coba cek langkah-langkah di bawah ini.

Sebelumnya, kalau kamu belum mengerti tentang instrumen reksa dana, boleh kenalan dulu di post Pengertian Tentang Reksa Dana.

Reksa Dana Instrumen Yang Tidak Dipotong Pajak

Sudah tahu belum kalau investasi di reksa dana tidak dipotong pajak penghasilan? Peraturannya diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995 berbunyi demikian:

Reksa Dana dapat berbentuk :

1. Perseroan; atau
2. Kontrak investasi kolektif.

UU Pasar Modal No 8 Tahun 1995 Pasal 18 Ayat 1

Kemudian disambung ke Undang-Undang Perpajakan UU No 36/2008, berbunyi:

Yang dikecualikan dari objek pajak adalah:

bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif;

Undang-Undang Perpajakan UU No 36/2008 tentang Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 3 poin (i)

Alasan Reksa Dana Tidak Dipotong Pajak?

Jawabannya karena masing-masing investasi dalam reksa dana sudah dipotong pajak saat dikelola oleh Manajer Investasi (MI).

Misalkan MI menginvestasikan dana kelolaan nasabah ke deposito, saham, dan obligasi. Masing-masing instrumen sudah memotong pajak saat dikembalikan ke MI. Jadi saat nasabah mau mencairkan dananya, dana yang dia terima sudah Nett (bersih setelah dipotong pajak).

Reksa Dana Tetap Harus Dilapor Dalam SPT

Investasi di reksa dana memang tidak dipotong pajak, tapi tetap harus lapor pajak saat SPT Tahunan.

SPT Tahunan itu apa?

SPT Tahunan itu adalah surat yang oleh Wajib pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Wikipedia

Yang wajib lapor SPT Tahunan adalah orang pribadi dan badan usaha yang memiliki NPWP.

Nah, untuk post ini khusus bahas laporan SPT untuk orang pribadi. SPT Orang Pribadi ada 3 jenis : 1770, 1770 S, 1770 SS. Apapun jenis SPTnya, cara pengisiannya kurang lebih tetap sama.

Cara Lapor Reksa Dana dalam SPT

Ada 2 pos yang harus diisi dalam laporan SPT jika kita memiliki reksa dana, yaitu sebagai harta dan sebagai pendapatan.

1. Reksa Dana Sebagai Harta

Kita akan lapor reksa dana kita sebagai harta jika :

Di akhir periode tahunan, yaitu 31 Desember, reksa dana itu masih menjadi milik kita.

Kalau sudah dicairkan sebelum 31 Desember, ya jangan dilapor. Artinya sudah tidak punya reksa dana lagi.

Contoh :

  • Tanggal 02 Maret 2018, Dewi membeli produk reksa dana A senilai Rp 3.000.000,-.
  • Sejak pembelian hingga 31 Desember 2018, Dewi tidak melakukan transaksi jual/beli.
  • Tanggal 31 Desember 2018, reksa dana A menjadi Rp 3.200.000,-.

Cara isi laporannya bagaimana?

Lapor Harta Reksa Dana dalam SPT

Catatan :

  1. Isi di Tabel dengan judul “Harta Pada Akhir Tahun”
  2. Kode Harta untuk Reksa Dana = 036
  3. Tahun Perolehan adalah tahun dimana reksa dana dibeli.
  4. Isi dengan Harga Perolehan, bukan Harga Pasar/Harga Perkiraan Terakhir. Dalam contoh, diisi dengan Rp 3.000.000,- walaupun dananya sudah berkembang menjadi Rp 3.200.000,-.
  5. Keterangan diisi dengan Nama Produk Reksa Dana dan Agen Penjual.

2. Reksa Dana Sebagai Pendapatan

Kita akan lapor reksa dana kita sebagai pendapatan jika :

Sepanjang tahun laporan, ada reksa dana yang dicairkan dan untung.

Contoh :

  • Tanggal 02 Mei 2018, Mel beli reksa dana B senilai Rp 5.000.000,-
  • Tanggal 10 Mei 2018, Mel jual reksa dana B seluruhnya dengan nilai Rp 5.100.000,-
    • Berarti Mel untung Rp 100.000,-
  • Tanggal 15 Mei 2018, Mel beli reksa dana C senilai Rp 10.000.000,-
  • Tanggal 20 Mei 2018, Mel jual reksa dana C seluruhnya dengan harga Rp 9.800.000,-
    • Berarti Mel rugi Rp 200.000,-

Cara isi laporannya bagaimana?

Lapor Pendapatan Reksa Dana dalam SPT

Catatan :

  1. Isi di tabel berjudul “Penghasilan Yang Tidak Termasuk Objek Pajak”
  2. Keuntungan dari Reksa Dana diisi di Jenis Penghasilan Lainnya Yang Tidak Termasuk Objek Pajak
  3. Jumlah yang diisi adalah nilai keuntungan saja, dalam contoh senilai Rp 100.000,-. Kerugiannya tidak perlu dilaporkan.

Penutup

Sebenarnya pengisian laporan SPT Tahunan tidaklah sulit. Yang terpenting adalah kelengkapan data selama 1 tahun yang dilaporkan.

Untuk reksa dana, seberapa besar atau kecil nilainya sebaiknya dilaporkan. Pelaporan tidak akan membuat kamu dikenakan pajak tambahan.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

2 Replies to “Cara Lapor Pajak Untuk Reksa Dana”

  1. […] Mengenai Lapor Pajak Reksa Dana di SPT, sudah dibahas di sini. […]

  2. […] Untuk cara lapor pajak untuk reksa dana, klik di sini. […]

Leave a Reply