Kenapa reksa dana

Kenapa Memilih Investasi Reksa Dana?

Banyak orang bertanya kalau bisa investasi langsung, kenapa harus investasi di reksa dana melalui Manager Investasi (MI)?

Melalui post ini, saya mau coba menjelaskan pendapat saya masih berinvestasi dalam reksa dana dari pada investasi instrumen secara langsung.

Bagi yang belum mengenal reksa dana, bisa coba baca dulu mengenai pengenalan reksa dana.

Kenapa pakai reksa dana pasar uang

Reksa dana pasar uang (RDPU) adalah reksa dana yang berinvestasi pada deposito dan surat utang jangka pendek (jatuh tempo <1 tahun).

Lalu kepada mau pakai RDPU? Sementara kita bisa depositokan uang kita sendiri di bank.

Bagi saya, RDPU lebih menguntungkan dari pada penempatan deposito langsung di bank. Kamu bisa cek return 1 tahun terakhir dari deposito bank dan RDPU yang ada di aplikasi reksa dana.

Kelebihan RDPU

Investor ritel bisa deposito di bank? Bisa.

Tapi investor ritel tidak punya jaringan/network yang seluas MI untuk mencari bank yang menawarkan suku bunga tertinggi.

Bahkan dalam bank yang sama, suku bunga ritel dengan penempatan jutaan pasti berbeda dengan suku bunga untuk MI yang mengelola dana miliaran rupiah.

Ritel juga jarang ada yang mengerti beli obligasi jangka pendek.

Dengan alasan di atas, saya sudah tidak melakukan penempatan deposito lagi di bank. Taruh saja di RDPU dan biarkan profesional yang mencarikan penawaran terbaik.

RDPU biasa dipakai untuk mengumpulkan dana jangka pendek. Kalau ada rencana yang dipakai dananya dalam tempo 1 tahun, atau untuk menyimpan dana darurat (emergency fund).

Saya pernah bahas mengenai RDPU vs Deposito.

Kenapa pakai reksa dana obligasi

RD kedua adalah reksa dana obligasi (RDO) atau reksa dana pendapatan tetap (RDPT). Reksa dana yang menempatkan dananya dalam instrumen obligasi (surat utang), baik obligasi pemerintah ataupun perusahaan.

Return yang didapat akan lebih tinggi dari pada RDPU dengan kita memberi waktu kepada MI untuk mengelola lebih lama. Kemungkinan dalam jangka pendek, kinerja RDPT belum terlalu berkembang, makanya kamu akan salah pilih kalau hanya melihat performa MI dalam 1 tahun saja.

Kenapa pakai RDO? Karena saya tidak mengerti obligasi.

Kalau buat sebagian besar orang mengenal deposito, maka obligasi termasuk instrumen yang jarang orang kenal. Penempatan minimum saja tergolong mahal, antara 50 juta hingga 100 juta.

Maka sebagai ritel, saya tidak terlalu ambil pusing dan biarkan profesional yang mengelolanya.

RDPT cocok untuk kamu yang punya rencana akan mengumpulkan dana dan memakai dana tersebut dalam waktu 3-5 tahun. Dari pada ditempatkan di instrumen jangka pendek, rendah risiko. Lebih baik ambil risiko lebih tinggi sebab ada time frame yang lebih panjang.

Time frame lebih panjang akan menurunkan risiko kita dalam instrumen lho.

Saya pernah bahas mengenai obligasi di Obligasi vs RDPT.

Kenapa pakai RD saham

Reksa dana saham (RDS) adalah reksa dana yang paling terkenal sepertinya. MI mengelola portofolio ke instrumen saham (mayoritas). Dan para investor ritel tertarik masuk ke sana dengan imbal hasil yang lebih tinggi daripada RDPU ataupun RDPT.

Kita pilih investasi di RDS kalau kita:

  • Punya time frame panjang >5 tahun untuk dana tersebut. Jadi jangan bermain api dengan memakai dana 1 tahun atau dana sehari-hari.
  • Tidak punya waktu, tidak punya ketertarikan untuk terjun dalam dunia saham.

Pilih saja mau yang dikelola MI secara aktif dengan harapan capaian return lebih tinggi dari indeks saham dengan membayar management fee lebih besar, atau secara pasif (RD Indeks) yang pergerakannya hanya mengikuti indeks saham dengan membayar management fee lebih kecil.

Keduanya punya keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Maka dimana kita bisa beli reksa dana?

Ada banyak cara membelinya, baik langsung ke MI atau ke bank atau ke marketplace reksa dana. Saya memilih opsi yang terakhir.

Kamu bisa coba di:

  1. Bibit – saya rekomen ini untuk pemula karena langkah-langkahnya mudah dimengerti.
  2. Bareksa – kalau ingin lebih banyak pilihan.
  3. Ajaib – platform yang bisa reksa dana dan saham sekaligus. 1 platform untuk 2 instrumen.
  4. Dan masih ada lagi yang lain, kamu bisa searching.

Kalau kamu bingung mau pilih platform mana, saya pernah review mengenai Bibit dan Bareksa.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

4 thoughts on “Kenapa Memilih Investasi Reksa Dana?”

    1. Bluetooth? Youtube maksudnya ya?
      Will try it,,sy belajar dulu bikin video yang menarik ya.
      thanks sarannya.

  1. tulisanya mudah dimengerti buat aku yg bener2 baru. dan lagi mulai mendalami saham dan reksadana.

    terimakasih penulis, semoga sehat selalu agar aktif memberikan ilmu2 yg bermanfaat. semoga sehat selalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *