INVESTASI SBN DAN JADWAL PENERBITANNYA SEPANJANG TAHUN 2019

Ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih, salah satunya SBN (Surat Berharga Negara). Yuk kenali SBN lebih dalam, mungkin saja ini investasi yang tepat untuk kamu pilih.

Apa Itu Investasi SBN?

SBN singkatan dari Surat Berharga Negara, adalah surat utang yang diterbitkan oleh Negara RI melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan dijual kepada individu melalui Agen Penjual (Mitra Distribusi). Menurut saya, SBN adalah kebijakan yang tepat oleh pemerintah. Daripada Negara berhutang kepada Luar Negeri, lebih baik berhutang kepada masyarakat dan memberikan imbal hasil kepada masyarakat juga.

Jenis-Jenis Investasi SBN

Image : Jenis-Jenis Investasi SBN
Image : Jenis-Jenis Investasi SBN

SBN terbagi menjadi 4 jenis, yaitu :

  • ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia)
  • SR/Sukri (Sukuk Ritel)
  • SBR (Saving Bond Retail)
  • ST (Sukuk Tabungan)

Lalu Apa Persamaan Dan Perbedaan Masing-Masing SBN Di Atas?

Persamaan karakteristik keempat jenis SBN adalah:

  • Tidak Ada Risiko Gagal Bayar. Karena Negara yang meminjam, tidak mungkin pemerintah tidak sanggup membayar pokok dan bunga kepada investor. Lagipula keamanan SBN diatur dalam UU APBN dan UU No 24 tahun 2002 tentang SBN.
  • Hasil penjualan SBN digunakan sepenuhnya oleh Pemerintah untuk pendanaan pembangunan negara.
  • Dapat dibeli di Mitra Distribusi, baik Bank, Sekuritas, maupun Perusahaan berbasis Fintech.
  • Berjenis Obligasi, sehingga investor akan mendapat Kupon sebagai Imbal Hasil. Biasanya dibayarkan setiap bulan dengan potongan Pajak 15% Final.
  • Tenornya lebih dari 1 tahun.

Perbedaan Keempat SBN adalah :

Image : Perbedaan Jenis-Jenis SBN
Image : Perbedaan Jenis-Jenis SBN

Keterangan:

  • ORI dan SR bersifat tradable, dapat diperjualbelikan di Pasar Sekunder. Artinya, akan muncul peluang bagi investor untuk mendapat untung/rugi dari penjualan tersebut (Capital Gain/Loss)
  • SR dan ST mengacu pada Prinsip Syariah. Apa itu Prinsip Syariah?
    • Tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan), dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai Syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)
  • Rate Kupon:
    • Tetap s.d Jatuh Tempo, artinya kita akan terima imbal hasil sesuai rate kupon yang ditawarkan sejak awal hingga jatuh tempo (atau hingga dijual)
    • Floating Rate with Floor (Bunga Mengambang dengan Imbalan Minimal), artinya mengacu kepada Suku Bunga Acuan BI, 7 Days Reverse Repo Rate.

Contoh Mengenai Floating Rate With Floor :

Jika Suku Bunga Acuan = 6%, Spread = 2.50%, maka

Tingkat Kupon Minimal (Floor) = 6% + 2.50% = 8.50%.

Jika Suku Bunga Acuan naik, Tingkat Kupon akan naik juga.

Jika Suku Bunga Acuan turun, Tingkat Kupon Minimal tidak berubah sampai dengan Jatuh Tempo.

  • 7 Days Reverse Repo Rate adalah Suku Bunga Acuan BI (dulu bernama BI Rate) yang dapat dilihat di Website resmi BI berikut.
  • Hingga saat ini, baru SBR dan ST yang dapat dibeli secara online di Mitra Distribusi. Sementara untuk ORI dan SR masih dalam proses sehingga masih perlu datang langsung ke kantor Mitra Distribusi.
  • SBR dan ST hanya dapat dicairkan sebagian setelah 1 tahun pembelian (optional), dan sisanya secara otomatis cair saat Jatuh Tempo.

Keuntungan Investasi SBN

Lalu apa saja keuntungan Investasi di SBN dibandingkan dengan Investasi lain?

  1. Aman, tidak ada risiko gagal bayar karena dijamin oleh Pemerintah dan Undang-Undang
  2. Imbal Hasil lebih tinggi daripada Suku Bunga Deposito Bank BUMN, dimana biasanya suku bunga deposito sekitar 6% – 7%/tahun.
  3. Terjangkau, pemesanannya bisa dimulai dari Rp 1 juta saja.
  4. Untuk SBR dan ST, dapat dibeli secara online sehingga tidak perlu datang secara fisik ke Mitra Distribusi untuk membelinya. Jadi tidak perlu repot mengatur jadwal ke Bank atau Sekuritas lagi. Proses secara online juga lebih cepat, sekitar 10-20 menit saja. Tapi hanya kalangan yang sudah melek internet yang bisa bertransaksi.
  5. Untuk ORI dan SR yang dapat dijual kembali di Pasar Sekunder, kamu bisa mendapatkan potensi Capital Gain, keuntungan dari penjualan jika harga pasar naik.
  6. Ini point terpenting, ikut berkontribusi dalam pembangunan negara. Dana yang kita pinjamkan ke Pemerintah akan digunakan untuk pendanaan APBN demi kemajuan dan perkembangan negara.

Berikut ini hasil program pemerintah yang pendanaannya melalui SBN.

Image : Hasil Program Pemerintah Melalui SBN
Image : Hasil Program Pemerintah Melalui SBN (Source : Bareksa)

Risiko Investasi SBN

Seperti dibahas sebelumnya, setiap investasi pasti memiliki risiko. SBN termasuk investasi dengan risiko rendah. Meskipun tidak ada risiko gagal bayar karena dijamin oleh Pemerintah, ada risiko lain yang bisa jadi bahan pertimbangan sebelum kita menetapkan untuk membeli SBN.

Baca juga : Jenis Investasi dan Imbal Hasil Untuk Pemula

1. Risiko Likuditas

Asset paling likuid adalah uang tunai atau tabungan di bank. Saat kamu menyisihkan uang atau tabunganmu ke SBN, itu artinya ada risiko likuiditas yang harus ditanggung. Artinya, kamu ga bisa tiba-tiba memakai dana di SBN kamu untuk keperluan mendadak. Perlu waktu untuk mengubah kembali bentuk investasi menjadi cash kemudian baru kamu bisa gunakan.

Untuk jenis ORI dan SR, kamu harus menjual dulu SBN kamu ke pasar sekunder, baru dana dicairkan ke rekening bank kamu. Kira-kira prosesnya bisa menghabiskan waktu 2-3 hari kerja.

Untuk jenis SBR dan ST justru lebih tidak likuid. Mereka baru dapat dicairkan setelah Investasi berjalan 1 tahun, di tanggal yang telah ditetapkan di muka oleh Pemerintah (early redemption). Jadi setelah tanggal tersebut, kamu sudah tidak bisa mencairkan dengan alasan apapun hingga Tanggal Jatuh Tempo. Nominal yang dapat dicairkan juga hanya sebagian dari Investasi awal yang kamu tempatkan.

2. Risiko Capital Loss

Berhubung ORI dan SR dapat diperjualbelikan di Pasar Sekunder, hal ini menyebabkan kamu berpotensi untung/rugi saat menjualnya. Jika kamu menjual di bawah harga beli, artinya kamu harus menanggung kerugian yang disebut Capital Loss. Jika memang tidak mendesak, lebih baik menunggu harga naik baru dijual kembali ke Pasar.

Jadwal Penerbitan SBN di Sepanjang Tahun 2019

SBN tidak selalu tersedia kapanpun.  Pemerintah sudah merencanakan ada 10 SBN yang diterbitkan di sepanjang tahun 2019. Karena post ini turun di pertengahan tahun 2019, jadi saya coba bagikan jadwal penerbitan SBN yang akan datang sehingga kamu bisa bersiap jika waktunya sudah tiba.

Setiap SBN di atas pasti mempunyai suku bunga, syarat dan ketentuan yang berbeda. Oleh sebab itu, jika Masa Penawaran masing-masing SBN telah dibuka, saya akan share kembali detail ketentuan dan penawaran yang ada sehingga kamu bisa mempertimbangkan apakah akan berinvestasi atau tidak.

Bagaimana Cara Membeli Investasi SBN?

SBN dapat dibeli di Mitra Distribusi yang sudah ditunjuk oleh Pemerintah. Di setiap penawaran SBN terbaru, Pemerintah mungkin akan menambah atau mengurangi Mitra Distribusi yang ditunjuk, namun biasanya tidak banyak berubah.

Berikut ini daftar Mitra DIstribusi yang telah ditetapkan Pemerintah untuk melayani pesanan pembelian SBN secara online di Penjualan SBN terakhir. List ini dapat juga dilihat di Website Kemenkeu.

Image : Daftar Mitra Distribusi SBN
Image : Daftar Mitra Distribusi SBN

Setelah memilih Mitra Distribusi yang menjadi agen pembelian, ada 4 langkah untuk memulai berinvestasi.

Bagan Langkah Investasi SBN

Image : Langkah Investasi SBN
Image : Langkah Investasi SBN (Source : Kemenkeu)

1. Registrasi

Kita bisa registrasi data diri, nomor SID (Single Investor Identification) dan lainnya secara online di Website Mitra Distribusi (Midis). Kalau belum punya SID atau rekening di Midis, harus datang dulu ke kantor Midis untuk pembukaan rekening.

2. Pemesanan

Setelah registrasi dan SID sudah aktif, baru kita dapat proses ke pemesanan. Di sana kita dapat mengisi berapa nominal penyertaan yang kita inginkan dan membaca seluruh informasi sebelum pemesanan dilakukan.

3. Pembayaran

Jika pemesanan kita sudah diverifikasi oleh sistem, kita akan mendapatkan kode billing / kode pembayaran. Saatnya kita melakukan pembayaran sesuai dengan cara yang telah tertera dalam pemberitahuan.

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, kita akan mendapat NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan konfirmasi bahwa investasi kita telah diselesaikan. Artinya, seluruh proses pembelian telah selesai dan dana kita sudah tersalurkan ke SBN yang dimaksud.

Untuk membeli ORI atau SR yang telah terbit dan beredar di pasar sekunder, belum dapat dilakukan secara online. Kita harus menghubungi Agen / Midis yang menjual untuk bisa membelinya, lalu tinggal mengikuti prosedur mereka. Untuk ini, harga pasaran ORI dan SR akan berubah setiap hari jadi belilah di saat harga sedang murah.

Jadi sudah mengerti mengenai SBN? Yuk mulai berinvestasi di SBN dan jadi bagian dalam berkontribusi membangun negara. MG

5 Replies to “INVESTASI SBN DAN JADWAL PENERBITANNYA SEPANJANG TAHUN 2019”

  1. […] Baca : INVESTASI SBN DAN JADWAL PENERBITANNYA SEPANJANG TAHUN 2019 […]

  2. […] Buat kalian yang belum mengenal apa itu SBN, boleh baca dulu post sebelumnya mengenai Investasi SBN. […]

  3. […] kamu mau penjelasan mendalam mengenai SBN, kamu bisa visit ke post ini, INVESTASI SBN DAN JADWAL PENERBITANNYA SEPANJANG TAHUN 2019. Di sana dibahas secara lengkap beberapa jenis SBN yang […]

  4. […] Bagi investor, adalah wajib untuk mengenal dahulu instrumen investasinya. Bagi yang belum mengenal tentang SBN, bisa cek dulu di post Investasi SBN. […]

  5. […] Buat yang belum tahu apa itu SBN, bedanya SR dengan SBN jenis lain, kamu bisa baca di sini. […]

Leave a Reply