saham vs p2p lending

Investasi Saham Vs P2P Lending

Kalau bingung dalam memilih investasi saham atau P2P lending, post ini mau bahas pertimbangan sebelum memilihnya.

Bagi yang belum mengerti dengan saham maupun P2P lending, bisa cek dulu link di bawah:

Nah karena memiliki karakter yang berbeda, maka pilihlah instrumen yang cocok dengan diri kita sendiri.

1. Investasi Saham

Investasi saham itu tipenya investasi berdasarkan kepemilikan (OWNership investment). Jadi dengan memiliki saham sama artinya dengan kita memiliki bisnis/perusahaan di balik lembaran saham tersebut.

Kelebihan saham

A. Potensi return yang besar

Kalau kita bisa memilih saham yang benar, maka tidak menutup kemungkinan berpotensi memberikan return yang sangat besar sampai dengan tidak terbatas. Artinya, return kita bisa mencapai ratusan persen bukanlah hal yang mustahil.

B. Akses yang mudah

Cara buka rekening saham? Mudah, online pun sekarang bisa.

Cek pergerakan harga saham? Banyak aplikasi yang bisa mengakomodir.

Ingin tahu laporan dan informasi terbaru dari perusahaan yang dimiliki? Mudah.

Jaman sekarang, investasi saham menjadi mudah untuk dilakukan. Berbeda dengan jaman 80-an, 90-an dimana informasi dan akses masih minim.

C. Pajak rendah

Yang dibahas saat ini khusus investasi saham di Indonesia saja ya. Berapa pajak untuk penghasilan dari saham?

Selama kita memiliki saham tersebut (tidak jual-jual), maka kenaikan return kita bukan objek pajak. Selama belum dijual, tidak dikenakan pajak walaupun naik banyak.

Maka saat jual saham, pajak yang dikenakan adalah 0.10% dari transaksi jual (final).

Kalau di saat memiliki saham, kita mendapat dividen. Maka pajaknya adalah 10% dari dividen tersebut (final).

Pembayaran pajak dari saham pun tidak sulit. Sudah otomatis dipotong dari sistem sebelum kita menerima penghasilannya. Sisanya, hanya perlu dilaporkan 1x/tahun saat SPT Tahunan.

D. Likuid

Instrumen saham termasuk yang likuid untuk dicairkan. Kita bisa jual saham kita kapanpun selama bursa saham buka (Senin-Jumat). Bahkan diperbolehkan kalau mau beli dan jual saham di 1 hari yang sama. Itu terserah keputusan kita.

Tapi uang hasil penjualan baru bisa ditarik H+2 dari transaksi ya, menunggu segala administrasi selesai.

Kekurangan saham

A. Potensi rugi juga besar

Kalau potensi keuntungan dari saham bisa mencapai tak terbatas, maka potensi kerugian dari saham bisa mencapai 100% JIKA salah memilih saham.

Makanya, untuk terjun ke saham setidaknya kita perlu belajar lebih dahulu cara memilih saham. Karena transaksi atas keputusan diri sendiri, maka kita yang bertanggung jawab atas kerugian yang bisa timbul. Tidak bisa menyalahkan orang lain yang memberikan rekomendasi. Be wise, jangan beli karena ikut-ikutan saja.

B. Capek mental

Kalau baru terjun di saham, rasanya sangat excited. Selama bursa saham dibuka, selalu diikuti pergerakan harga sahamnya. Tapi justru itu yang tidak aman untuk pemula karena harga sangat berfluktuatif.

Istilahnya FOMO (Fear of missing out).

Harga naik sedikit takut ketinggalan untuk beli.

Harga turun sedikit takut ketinggalan untuk jual.

Ga tenang deh, malah jadi capek mental kan.

Nah, ini beberapa kelebihan dan kekurangan investasi saham. Bagaimana dengan P2P lending?

2. Investasi P2P Lending

Kelebihan P2P Lending

Berbeda dengan saham, investasi P2P lending sifatnya LOANership investment. Investasi karena meminjamkan, bukan memiliki.

A. Mudah dan simple

Sama dengan saham, P2P lending juga memberikan kemudahan dalam registrasi di aplikasi manapun. Dan sekarang semuanya dilakukan dengan online dan cepat. Cukup waktu 1-2 jam, kita sudah bisa bertransaksi di aplikasi P2P lending yang diinginkan.

Sistem P2P lending juga simple. Meminjamkan uang lalu akan dikembalikan pokok dan bunganya. Tidak perlu proses pembelajaran yang rumit dan mendalam soal itu. Asal memiliki modal dan memilih platform P2P yang benar.

B. Return pasti dan tinggi

Tipikal loanership investment adalah return dan periode pinjaman sudah ditentukan di muka. Tinggal keputusan di pihak kita untuk take or leave the deal. Kita akan terima bunga tersebut saat jatuh tempo pinjaman selesai.

Untuk tingkat return, biasanya lebih tinggi dari pada deposito. Karena deposito relatif lebih aman, dijamin oleh LPS.

Sementara P2P lending, karena tidak dijamin maka harus menawarkan return lebih tinggi supaya menarik. Kisaran 8%-20%/tahun.

C. Alternatif income

Biasanya P2P lending menawarkan tenor pendek, kisaran mingguan-bulanan. Sepertinya belum pernah ketemu yang sampai 1 tahun. Jadi, bunga P2P lending bisa jadi income tambahan untuk kita. Passive income bisa bertambah 1 jenis.

Kekurangan P2P Lending

A. Potensi risiko juga tinggi

Seperti yang sudah di mention di atas, P2P lending tidak dijamin sehingga lebih berisiko. Jika terjadi gagal bayar, bukan hanya bunga yang hilang, namun modal/pokok juga bisa hilang. Maka potensi rugi juga bisa mencapai 100%.

Namun jaman sekarang muncul platform P2P lending yang memberikan mitigasi risiko dengan menggunakan asuransi. Sehingga menjaga keamanan modal lender. Pintar-pintarnya kita sebagai investor dalam memilih platform.

B. Pajak lumayan tinggi

Dalam hal pajak, P2P lending menggunakan sistem tiering PPh 21.

tarif pph 21 (saham vs p2p lending)
Sumber : klikpajak.id

Jadi semakin tinggi penghasilan setahun, maka tarif pajak untuk penghasilan P2P lending akan semakin besar juga. Kalau mau detailnya, saya pernah sharing mengenai pajak P2P lending di sini.

Jangan senang dulu kalau dibilang return P2P lending 12%. Potong dulu dengan tarif pajak kamu, baru dapat nett return. Jangan sampai return-nya lebih rendah daripada instrumen lain yang lebih aman dan mudah.

Kesimpulan Saham Vs P2P Lending

Jadi mau pilih mana?

Kalau mau belajar dan memiliki timeframe yang panjang, saham boleh jadi pilihan yang bijak.

Tapi kalau mau passive income, maka pilihlah P2P lending. Karena saham bukan untuk passive income, lebih cocok ke membangun wealth untuk masa depan.

Tidak ada 1 instrumen yang lebih baik daripada yang lainnya. Tinggal tergantung kecocokan dan kebutuhan investor saja.

Kalaupun mau dikombinasikan juga sah-sah saja. Saya pun demikian, masih berinvestasi di P2P lending maupun saham. Proporsinya tergantung diri sendiri saja karena preferensi manusia berbeda-beda.

Sekian sharing mengenai saham dan P2P lending. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *