BJTM vs BJBR, Mana Yang Kamu Pilih?

BJTM vs BJBR

Post kali ini mau bahas tentang BJTM dan BJBR, 2 bank pembangunan daerah yang sudah listing di BEI. Mana yang lebih baik untuk dibeli sahamnya?

Sekilas tentang BJTM dan BJBR

Bank di Indonesia ada sekitar 100++, dan yang terdaftar di BEI ada 44 emiten. Jadi yang suka dengan sektor perbankan, pilihan kita ga hanya 4 bank Buku IV yang superior saja.

Berikut ini ada 2 bank pembangunan daerah asal Jawa Timur (BJTM) dan Jawa Barat (BJBR).

1. BJTM (BPD Jawa Timur)

BJTM berdiri sejak tahun 1961. Komposisi pemegang saham hampir 80% dikuasai oleh Pemda dan Kabupaten di Jawa Timur. Sementara masyarakat memegang 20% kepemilikan. It’s a good sign karena perusahaan dipegang oleh pemerintah.

Kalau pemegang saham mayoritas adalah masyarakat, harga saham bisa amat volatile.

Bidang usahanya adalah menyimpan dana masyarakat dan Pemda serta Pemkot, kemudian menyalurkan kredit dalam bentuk kredit multi guna, modal kerja, pegawai, maupun properti.

2. BJBR (BPD Jawa Barat dan Banten)

BJBR sendiri berdiri di tahun yang sama dengan BJTM, 1961. Namun BJBR lebih dulu listing di BEI pada tahun 2010.

Tipikal bank pembangunan daerah, maka pemegang saham mayoritas adalah Pemda dan Pemkot Jabar dan Banten (75%). Sementara 25% dipegang oleh masyarakat.

BJTM vs BJBR : Kinerja Perusahaan

1. Revenue

Mulai dari pendapatan masing-masing perusahaan dulu ya.

Revenue BJTM
Total pendapatan BJTM tahun 2011-2019. Sumber : Stockbit
Revenue BJBR
Total pendapatan BJBR tahun 2009 – 2019. Sumber : Stockbit

Revenue keduanya secara konsisten terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Yang menarik adalah BJTM perlu waktu 8 tahun agar revenue-nya sekitar 2,7T menjadi 6T (2x lipat). Di rentang waktu yang sama, BJBR meningkatkan revenue-nya dari 6T menjadi 12T (2x lipat). Rentang waktu yang sama dan peningkatan yang hampir mirip.

Untuk Q2 2020, sementara BJTM mencatatkan pendapatan sebesar 2,8T (naik 2.40% dari Q2 2019). Sedangkan BJBR mencatatkan pendapatan sebesar 6T (naik 3.6% dari Q2 2019). Jadi meskipun pandemi, operasional kedua bank masih terjaga.

2. Margin

Kita akan lihat perbedaan dari sisi margin, baik gross profit maupun net profit mereka.

INCOME STATEMENTBJTMBJBR
Dalam PersentaseQ4 2019Q4 2019
 Total Pendapatan100%100%
 Total Beban Pokok Penjualan-32%-50%
 Laba Kotor69%50%
 Total Beban Usaha-38%-33%
 Laba Usaha31%17%
 Penghasilan/beban Lain-lain1%-1%
 Laba Sebelum Pajak32%16%
 Beban Pajak Penghasilan-8%-3%
 Laba Bersih Tahun Berjalan24%13%
 Pendapatan Komprehensif Lain0%1%
 Jumlah Laba Komprehensif24%14%
 Laba Bersih Yang Dapat Diatribu…24%13%

Dilihat dari margin, terlihat BJTM lebih menguntungkan dibandingkan dengan BJBR. Mulai dari gross profit kedua perusahaan sudah berbeda. BJTM bisa menghasilkan 69% berbanding BJBR dengan 50%.

Ada 2 kemungkinan, entah BJTM memberikan kredit dengan bunga lebih tinggi atau BJTM mendapat sumber dana yang lebih murah daripada BJBR. Yuk coba cek ke NIM (Net Interest Margin).

NIM itu margin interest dari kredit yang disalurkan dengan yang diberikan ke nasabah. NIM BJTM sebesar 6.11% sementara BJBR 5.75%. Data NIM ini bisa kita cek dalam Laporan Tahunan. (fyi, NIM standar > 5%).

However, BJBR dengan gross profit 50% dan net profit margin 13% juga bukan hal yang buruk. Kita bisa cek ke bank-bank lain yang listing.

3. NPL (Non Performing Loan)

Kalau bahas sektor perbankan, NPL itu termasuk rasio yang penting. Ini menghitung berapa kredit macet mereka. Percuma kan kalau mencatatkan pendapatan jika kredit macetnya juga tinggi.

NPL nett 2019, BJTM 0.71% vs BJBR 0.81%. Keduanya cukup aman karena standarnya NPL yang baik < 2%.

4. ROE dan ROA

ROE 2019, BJTM vs BJBR adalah 18% vs 13%.

ROA 2019, BJTM vs BJBR adalah 2.73% vs 1.26%.

Yups, BJTM mengungguli saudaranya BJBR dalam hal kinerja. Meskipun kinerja BJBR juga sudah baik.

Balance Sheet

BJTM dan BJBR memberikan peningkatan asset dan ekuitas dari tahun ke tahun. Artinya perusahaan bertumbuh.

Asset BJTM sudah sebesar 76T, sementara BJBR memiliki 123T. Sebagian besar asset bank memang berasal dari liabilitas dana nasabah.

Melihat ke ekuitas, BJTM memiliki 9T dan BJBR memiliki 12T. Dengan demikian, jika dibagi dengan jumlah saham beredar maka nilai book value (BV) kedua perusahaan adalah Rp 612/lembar (BJTM) dan Rp 1.218/lembar (BJBR).

Debt BJBR

Sayangnya, BJBR juga memiliki hutang obligasi sebesar 8,9T untuk menopang operasionalnya.

Satu hal yang bisa mengecilkan profit BJBR adalah adalah hutang obligasi yang diterbitkan, sehingga perusahaan harus membayar beban bunga. Beban ini juga menjadi bagian mengurangi profit perusahaan. Sementara BJTM tidak memiliki hutang obligasi.

Valuasi BJTM dan BJBR

Okay, menurut saya kedua perusahaan sebenarnya bagus dan dalam kondisi yang sehat. Tapi perusahaan bagus belum tentu bisa dibeli. Tunggu di valuasi yang terdiskon.

Saat ini kira-kira di mana posisi mereka?

1. BJTM

Valuasi BJTM

Jika menggunakan PE Standar Deviasi 3 tahun, saat ini BJTM ada di PE 6.43x di mana rata-rata 3 tahun ada di PE 7.74x. Artinya harga BJTM saat ini sedang terdiskon sekitar 17%.

2. BJBR

Valuasi BJBR

Justru saat ini BJBR yang sedang terdiskon dalam. PE rata-rata 3 tahun BJBR ada di posisi 12.18x. Dan saat ini sedang berada di PE 6.60x. Di lihat demikian maka BJBR memberikan diskon hampir 45%.

Hanya berharap BJBR tetap memberikan pertumbuhan yang sama atau bahkan lebih, maka PE akan kembali ke rata-rata.

Dividen BJTM dan BJBR

Dalam hal dividen, kedua perusahaan termasuk emiten yang rajin dan royal kepada shareholders mereka. Tidak pernah absen membagikan dividen setiap tahun dan yield yang diberikan juga termasuk tinggi.

Itu sebabnya saya pernah memasukkan kedua emiten ini ke dalam daftar emiten pembagi dividen tertinggi di tahun 2020.

Untuk tahun 2020, BJBR membagikan dividen Rp 94/lembar saham dan BJTM Rp 48/lembar saham. Tapi ga adil kalau membandingkan dengan nominal. Bandingkan dengan dividen yield (dividen/harga saham).

Untuk BJBR, di harga saham Rp 1.050 maka yield-nya adalah 8.95%.

Untuk BJTM, di harga saham Rp 570 maka yield-nya adalah 8.42%.

Keduanya memberikan yield yang hampir sama dan layak untuk dinantikan di tahun 2021. Kenapa? Coba bandingkan dengan rate deposito sekitar 3%-4% atau SBN ritel sekitar 5%-6%.

Jika mereka mendapatkan profit yang sama atau lebih tinggi dari tahun lalu, kemungkinan mereka akan memberikan dividen dalam jumlah yang sama atau bahkan lebih tinggi.

Sebaiknya simpan sejak harga saham mereka masih murah. Jangan sudah naik dan premium. Yield yang diterima pun akan berkurang.

Kesimpulan

Jadi mau pilih mana pun itu terserah pada pribadi masing-masing. Post ini dibuat hanya untuk membandingkan beberapa aspek. Sebelum memutuskan kita perlu melakukan research lebih dalam. Dan itu adalah tanggung jawab investor.

Disclaimer : Ini bukan rekomendasi saham. Kamu bertanggung jawab atas pilihanmu. Do your own research before you buy/sell.

Baca juga : Analisa saham PWON (Pakuwon Jati)

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

2 Replies to “BJTM vs BJBR, Mana Yang Kamu Pilih?”

  1. Boengs Ardiwinata says: Reply

    Ulasannya komprehensif, mudah dimengerti, bermanfaat & cara penyampaiannya pas. Good job 🙂

    1. Thank you sudah membaca dan memberi feedback. Semoga semakin baik ke depannya.

Leave a Reply