Catatan Penting Asuransi Kendaraan

Asuransi itu ada banyak jenisnya, seperti asuransi jiwa, kesehatan, properti, kargo, hingga kendaraan bermotor. Tapi tidak semua asuransi harus kita beli, tergantung oleh kebutuhan masing-masing.

Asuransi kendaraan itu penting atau tidak? Penting, jika:

  • Kamu memiliki kendaraan dan menurutmu biaya penggantiannya mahal.
  • Kamu tinggal di kota besar yang jumlah kendaraannya tinggi sehingga risiko kendaraan juga menjadi tinggi.

Asuransi kendaraan adalah jenis asuransi khusus kendaraan, di mana risiko yang kemungkinan terjadi pada kendaraan dialihkan kepada perusahaan asuransi – Wikipedia

Sebelum membeli asuransi, kita pasti cek dulu beberapa hal penting yang menjadi kesepakatan dalam polis. Jangan beli asuransi kalau belum tahu apa saja manfaat dan ketentuannya.

Pilihan Jaminan dalam Asuransi Kendaraan

Dalam asuransi kendaraan, dikenal dengan 2 pilihan jaminan pokok, yaitu:

1. Total Loss Only (TLO)

TLO adalah jenis asuransi yang akan memberi perlindungan terhadap kendaraan yang kerugiannya >75% dari harga kendaraan tersebut (termasuk kerusakan total).

2. Comprehensive

Comprehensive memberi perlindungan terhadap kerusakan total maupun kerusakan sebagian pada kendaraan. Jadi untuk lecet, penyok, atau kerusakan minor lainnya bisa diklaim.

Premi Comprehensive tentu lebih tinggi dari pada TLO.

Risiko yang dijamin oleh jaminan pokok adalah:

  1. Tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, atau terperosok
  2. Perbuatan jahat
  3. Pencurian, termasuk pencurian yang didahului atau disertai atau diikuti dengan kekerasan ataupun ancaman kekerasan
  4. Kebakaran

Perluasan Jaminan

Di samping itu, ada pula yang disebut perluasan jaminan. Ini adalah tambahan jaminan jika diperlukan. Risiko yang ditanggung dalam perluasan jaminan adalah:

  1. Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
  2. Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
  3. Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
  4. Terorisme & Sabotase
  5. Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak Ketiga
  6. Kecelakaan Diri untuk Pengemudi dan Penumpang
  7. Tanggung Jawab Hukum terhadap Penumpang

Tentunya ada tambahan premi jika mengambil perluasan jaminan.

Tarif Premi Asuransi Kendaraan

Sekarang peraturan dan perusahaan asuransi sudah diatur dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Demi persaingan yang sehat, tidak ada lagi perusahaan yang bisa memberikan premi terlalu murah .

Peraturan tentang tarif premi asuransi kendaraan bermotor bisa didownload di bawah ini.

LAMPIRAN IV SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 6 /SEOJK.05/2017

Yang penting saat mengecek tarif premi adalah:

  1. Jenis kendaraan, terbagi menjadi 3: Mobil, Bus dan Truk, Motor.
  2. Pertanggungan : TLO atau Comprehensive
  3. Uang Pertanggungan adalah nilai pasar kendaraan tersebut. Jangan terlalu tinggi/rendah karena mempengaruhi perhitungan premi. Nilai yang tidak lazim pun akan menghambat saat proses klaim.
  4. Lokasi kendaraan terbagi jadi 3 wilayah.
  5. Ada Batas Bawah dan Batas Atas, jadi pastikan kamu bisa nego ke perusahaan asuransi untuk memberi tarif batas bawah (minimum tarif)
  6. Bagi kendaraan yang berumur di atas 5 tahun, akan dikenakan loading. Tarif akan naik 5%/tahun dari tarif dasar.
    • Misal, tarif dasar = 2.67%
    • Saat umur kendaraan 6 tahun, tarif = 2.67%+ (2.67%*5%)
    • Saat umur kendaraan 7 tahun, tarif = 2.67%+ (2.67%*10%), dst
  7. Diskon premi masih diperbolehkan selama masih sesuai dengan ketentuan OJK.
  8. Jika ambil perluasan jaminan, cek tambahan tarifnya juga.

Untuk tarif Banjir, cek ke LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 6 /SEOJK.05/2017 >> Tabel II.B

Untuk tarif Gempa Bumi, cek ke LAMPIRAN III SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 6 /SEOJK.05/2017 >> Tabel III.E

Premi asuransi kendaraan biasanya dibayarkan tahunan.

Bengkel Rekanan

Setiap perusahaan asuransi memiliki bengkel rekanan berbeda-beda. Cari asuransi yang memiliki jaringan luas dan bengkel yang mudah dijangkau.

Kita bisa minta list bengkel rekanan kepada marketing asuransi tersebut atau cek di website.

Own Risk / Risiko Sendiri

Meskipun kita sudah membayar premi untuk perlindungan, tapi selalu ada klausul risiko sendiri yang harus ditanggung oleh klien saat terjadi klaim.

Standar risiko sendiri yang harus ditanggung saat klaim adalah:

  • Kerusakan material : Rp 300.000 – 500.000 / kejadian
  • Banjir, Gempa Bumi, Huru Hara, Terorisme, dll : 10%*Klaim, minimal Rp 500.000 (per kejadian)

Prosedur Klaim

Prosedur klaim asuransi kendaraan

Kita bisa minta dikirimkan daftar dokumen yang diperlukan untuk proses klaim. Kira-kira standar dokumen yang akan diminta adalah:

  1. Formulir klaim (minta ke perusahaan asuransi, isi lengkap, tanda tangan)
  2. Copy Polis Asuransi
  3. Copy SIM pengemudi
  4. Copy STNK kendaraan

Informasikan bengkel yang kamu pilih supaya mereka dapat berkoordinasi. Lalu kamu tinggal bawa ke bengkel untuk pengecekan.

Nanti bengkel akan memberikan rincian biaya ke asuransi dan asuransi akan mengeluarkan SPK (Surat Perintah Kerja) jika biaya yang diajukan telah disetujui untuk dikerjakan.

Saat kendaraan sudah selesai diperbaiki, kamu bisa langsung ambil ke bengkel dengan membayar Own Risk ke bengkel.

Klaim Bisa Ditolak

Kita sudah bayar premi, tapi tidak semua klaim bisa disetujui. Berikut ini beberapa hal yang bisa membuat klaim ditolak :

  • Batas Waktu Klaim sudah melebihi waktu yang ditentukan dalam Polis. Jadi harus segera diurus, kira-kira 3 hari sejak tanggal kejadian.
  • Dokumen klaim tidak lengkap.
  • Pengemudi melanggar peraturan lalu lintas.
  • Kerusakan sudah terjadi sebelum diasuransikan.
  • Wilayah kejadian tidak sesuai dengan di Polis.
  • Kerusakan disengaja.
  • Polis tidak aktif (lapse), kemungkinan karena sudah habis masa berlaku atau premi belum dilunasi.

Sekian.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Leave a Reply