Analisa Saham: MTDL, Metrodata Electronics Q3 2020

Analisa Saham MTDL

Jaman modern seperti sekarang ini, tidak jarang banyak yang tertarik dengan emiten elektronik dan teknologi seperti saham MTDL. Bagaimana kinerja mereka?

Seberapa menarik emiten satu ini dan bagaimana prospek ke depannya?

Disclaimer : Ini bukan rekomendasi saham. Kamu bertanggung jawab atas pilihanmu. Do your own research before you buy/sell.

Latar belakang saham MTDL

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) itu berdiri sejak 1983 dan baru IPO tahun 1990. MTDL merupakan perusahaan dari grup Ciputra dengan Candra Ciputra sebagai presiden komisaris dari perusahaan. Terlihat dari pemegang sahamnya seperti di bawah.

MTDL bergerak di bidang teknologi dengan membagi menjadi 3 bidang usaha, yaitu:

  1. DISTRIBUSI = perdagangan software, hardware, dan perlengkapannya.
  2. SOLUSI = jasa maintenance produk dan sistem, sewa software dan hardware, perdagangan server.
  3. KONSULTASI = konsultasi, implementasi dan training.

Seperti tipikal perusahaan grup seperti Ciputra, setiap bidang usaha selalu mendirikan entitas anak yang berfokus pada 1 bidang saja.

Perusahaan tidak memproduksi produk, melainkan menjual-belikan produk dari merek-merek komputer terkemuka. Ada sekitar 204 merek produk yang mereka jual, seperti HP, Asus, Lenovo dan lainnya.

Laba rugi MTDL

Pendapatan MTDL
Sumber: Stockbit

Dilihat dari history, perusahaan selalu konsisten meningkatkan penjualannya setiap tahun sekitar 12%-14%. Per Q3 2020, perusahaan telah membukukan pendapatan sebesar 10T (sama dengan Q3 2019), alias no growth. Berarti pandemi covid juga turut berdampak terhadap kinerja perusahaan.

Untuk tahun 2021, perusahaan menargetkan penjualan mereka akan naik 8%.

Laba bersih MTDL
Sumber : Stockbit

Sementara untuk laba bersih, terjadi peningkatan sekitar 14%-17% setiap tahun. Untuk Q3 2020, perusahaan membukukan laba bersih 268M (naik 3% dari Q3 2020 sebesar 259M).

Dan tahun 2021, MTDL menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10%.

Penjualan MTDL
Sumber : Annual Report 2019

Hingga saat ini pendapatan terbesar didapat dengan penjualan hardware sebesar 79% dari total pendapatan. Sementara yang paling profitable justru dari jasa dan pendapatan leasing, walaupun proporsinya tidak sampai 10% dari total pendapatan.

Margin laba bersih (Net Profit Margin) perusahaan memang kecil, hanya sekitar 2%, karena mayoritas bisnis perusahaan adalah perdagangan. Jangan dibandingkan dengan perusahaan yang manufaktur.

Meskipun demikian, kinerja management terhadap pemegang saham cenderung baik. Dilihat dari ROE perusahaan yang stabil di kisaran 16%-22%.

Balance sheet MTDL

Apakah perusahaan sehat? Yes.

Dengan current ratio stabil di posisi 2x, artinya secara likuiditas jangka pendek, perusahaan bisa survive.

Debt (hutang berbunga) perusahaan juga sangat kecil, hanya sekitar 1% dari ekuitas mereka. Besarnya liabilitas mereka hanya karena hutang usaha yang tidak perlu bayar bunga.

Asset dan ekuitas yang terus bertumbuh, dan rajin membagikan dividen setiap tahun ke pemegang saham.

Cash flow perusahaan dari operasional juga mayoritas positif, walaupun tidak selalu meningkat.

Dividen

MTDL memang rajin bagi dividen setiap tahun, tapi mereka bukan emiten yang membaginya dengan jumlah besar ya.

Dividend payout ratio mereka hanya sekitar 15%-22%. Artinya jika EPS mereka Rp 145/lembar, mereka hanya akan bagi dividen sebesar Rp 33/lembar. Dengan harga saai ini di Rp 1.630 (09/01/2021), maka dividen yieldnya hanya 2% saja.

Investor yang pegang saham MTDL jelas bukan mengharapkan dividen sebagai bagian dari keuntungan. Yang mereka targetkan adalah kenaikan harga saham tersebut untuk mendapat capital gain.

Gimana cara meningkatkan harga saham? Kalau kinerja perusahaan juga meningkat. Itu sebabnya perusahaan menahan sebagian besar laba bersih (80%) untuk dipakai mengembangkan perusahaan.

Valuasi saham MTDL

valuasi saham MTDL
Sumber : Stockbit

MTDL memang perusahaan bagus. Namun untuk harga saham, saya tidak bisa bilang it’s a good deal to buy. PER nya naik drastis sejak tahun 2019 pernah mencapai 14x dan sekarang ada di PE 10.96x, padahal rata-rata 5 tahun terakhir, perusahaan berada di PE 8.21x.

Investor membayar lebih mahal karena perusahaannya stabil bertumbuh dan bertahan di masa sulit sepanjang pandemi covid. Jika kondisi kembali normal, perusahaan diharapkan akan terus bertumbuh.

Growth EPS perusahaan sekitar 13% (CAGR 9 tahun), sementara harga saham mereka sudah melaju lebih dulu dengan growth 38% (CAGR 9 tahun).

Sentimen tahun 2021

Untuk MTDL, management sendiri sudah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% dan laba bersih sebesar 10%. Dapatkah terjadi?

Kemungkinan besar, bisa. Mengingat sejak pandemi covid, semakin banyak orang yang memerlukan alat teknologi seperti komputer, laptop untuk bekerja di rumah.

Juga dengan berkembangnya teknologi digital di Indonesia, jelas menjadi potensi yang baik bagi perusahaan.

Selanjutnya silakan lakukan research sendiri ya. Website MTDL bisa kita cek di sini.

Baca juga : Analisa PWON atau BJTM vs BJBR.

Menurutmu post ini bermanfaat? Boleh bantu untuk share post ini. Terima kasih.

Leave a Reply